Home » motivasi » kisah inspiratif » Kenapa Harus Rindu?

rindu

Kenapa Harus Rindu?

Menanti kabar darimu sungguh menjemukan. Hingga aku bertanya, Kenapa harus rindu?. Apa yang aku rindukan dari kamu?. Apakah manjamu? Ataukah Senyummu? Ataukah perhatianmu?. Jika hanya senyummu yang aku rindukan, jika hanya perhatianmu yang aku rindukan? Lalu bagaimana dengan bawelmu? Bagaimana dengan semua kekurangan yang kamu miliki?. Jika aku hanya merindukan yang indah-indah saja darimu, ini sangatlah tidak adil.

Sering kali terbesit di dalam benakku, kenapa aku harus rindu?. Lantas apa yang dapat mengobati kerinduan ini?. Apakah dengan bertemu denganmu mampu mengobati rindu ini?. Oh, belum tentu. Bagaimana jika bertemu nanti kau sedang bersama yang lain?. Apakah pertemuan itu bisa mengobati rinduku?. Jelas tidak. Terobati nggak sakit mah iya. Lantas apa yang bisa mengobati kerinduan ini?.

Saat kubaca kabar darimu, aku hanya bisa tersenyum. Tanpa tau aku harus membalas apa. Terlalu banyak kata-kata yang sering aku ucap. Dan aku mulai muak dengan semua yang aku ucap. Bukan karena aku bosan. Tapi karena aku sadar. Hidup nggak semudah yang kita ucap. Saat aku mengatakan bahwa aku mencintaimu. Lantas apakah hanya berhenti disitu saja?. Tentu tidak. Saat aku ucap aku menyayangi keluargamu. Ibumu, adikmu, dan semuanya, lantas apakah hanya sekedar mengucap sayang lalu semuanya selesai?. Sangatlah tidak.

Aku memang telah berhasil mengungkapkan isi hatiku kepadamu. Tentang bagaimana perasaanku dengan hadirnya dirimu. Tentang bagaimana aku tanpa ada kabar darimu. Tapi aku belum berhasil membuktikan cinta itu sendiri. Karena hidup bukan sekedar kata-kata. Hidup itu nggak gampang. Kehidupan itu berat dengan segala dilematika didalamnya. Jika aku tak memikirkannya, lantas apa bedanya dengan cinta seorang anak kecil?. Karena cinta seorang anak kecil, dia hanya tau aku cinta, tanpa tau harus bagaimana dan ada apa kedepannya. Namun, seberat apapun hidup, akan terasa lebih ringan jika kita jalani bersama orang yang kita cintai, tanpa melupakan Tuhan tentunya.

Dan saat aku putuskan untuk berjuang denganmu. Aku mulai resah. Karena aku akan kehilangan banyak waktuku bersamamu. Saat aku terlalu fokus menata masa depan. Aku takut terlalu fokus sampai lupa dengan saat ini. Aku masih belum tau bagaimana cara menyeimbangkannya. Agar aku tetap mempunyai waktu bersamamu, tapi aku juga bisa memperjuangkan masa depan yang memang harus aku perjuangkan. Entah itu bersamamu atau tidak bersamamu.

Yaaa… Aku tak tau apakah bisa bersamamu selama-lamanya. Aku bukan Tuhan yang bisa menentukan apapun sesuai kehendaknya. Aku hanya bisa berencana, dan berusaha mewujudkannya. Dan seandainya nanti aku tak bisa bersamamu. Setidaknya aku telah berjuang untukmu. Dan jika memang Tuhan menakdirkanku untuk bersamamu, setidaknya kita bersama Tuhan dalam menata hari esok.

Terlalu rumit untuk mengungkapkan sebuah perasaan. Dan aku hanya ingin mencintaimu secara dewasa. Itu saja.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar