Home » ilmu makrifat hakikat » Benarkah PUBG Haram?

pubg haram, fatwa mui pubg haram, pubg,

Benarkah PUBG Haram?

Reaksi pertama saat saya mendengar berita tentang Fatwa MUI terkait PUBG Haram adalah kaget. Yang terlintas dikepala saya adalah “Kok bisa sebuah game menjadi haram”. Tapi saya tidak mudah percaya begitu saja. Karena dalam benak saya masih terus bertanya “Benarkah MUI telah mengeluarkan Fatwa Haram terhadap Game Player Unknown’s BattleGrounds (PUBG)?”. Dan sayapun mulai mencari informasi tersebut baik secara online maupun bertanya ke teman-teman terdekat.

Satu persatu halaman web terkait PUBG Haram mulai saya baca. Dan saya lebih merujuk ke website terpercaya seperti Detik.com dan CNN. Akhirnya saya mulai menyadari bahwa rumor tentang Fatwa MUI PUBG Haram bukanlah HOAX semata. Demikian pula dengan tanggapan dari teman-teman terdekat yang menyatakan bahwa PUBG Haram semakin mendukung bahwa PUBG memang haram. Tapi saya tidak berhenti disitu, saya terus mencari informasi termasuk “Apa yang menjadikan dasar MUI sampai mengeluarkan Fatwa Haram terhadap game PUBG?”.

Benarkah PUBG Haram?

Dikutip dari Detik.com, bahwa MUI masih mengkaji terkait Fatwa Haram PUBG. Sampai disini saja saya sudah menyimpulkan bahwa MUI belum resmi mengeluarkan Fatwa bahwa PUBG Haram. Artinya ini barulah wacana dan akan segera diputuskan agar masyarakat tidak bingung. Seperti yang saya alami saat pertama mendengar berita bahwa PUBG Haram, saya sendiri juga bingung. Bagaimana bisa sebuah game bisa dinyatakan haram dan apa alasannya.

Jangan Fitnah Ulama

Banyak sekali pendapat masyarakat terkait dengan kajian Fatwa MUI tentang PUBG Haram ini. Terlebih saat saya baca di kolom komentar Live streaming seperti Bang Alex, PUBG Mobile ID, Okky Ozora, BTR Rahmad dan yang lainnya. Banyak sekali yang berpendapat menyimpang dari koridornya. Bahkan sampai ada yang menghujat MUI. Tentu saja ini bukanlah hal yang baik. Toh ini masih dalam kajian, artinya MUI mendapatkan masukan dari berbagai pihak terkait sisi negatif game PUBG. Dan MUI bukanlah orang bodoh yang mengeluarkan Fatwa tanpa alasan yang kuat. MUI adalah kumpulan orang yang InsyaAllah sholeh dari seluruh penjuru nusantara. Mereka orang-orang yang lebih tau tentang fiqh dan ilmu-ilmu agama. Justru orang seperti sayalah yang harus banyak belajar terkait Kajian Fatwa MUI tersebut.

pubg haram, fatwa mui pubg haram, pubg,

Mengapa PUBG bisa difatwa Haram?

Diatas saya sampaikan bahwa kita harus tetap menghormati ulama dalam hitungan jama’nya adalah MUI. Apapun alasannya, entah bisa kita terima atau tidak kita harus menghormati ulama. Kita tidak boleh menjatuhkan ulama apalagi sampai menghina ulama. Ulama adalah pewaris para nabi. Dan saya adalah salah satu orang yang menjunjung tinggi derajat ulama. Sekalipun terkadang ada pendapat ulama yang tidak bisa saya terima dengan mudah. Seperti halnya kajian fatwa haram terhadap game pubg ini.

Dikutip dari CNN disampaikan oleh Wakil Sekjen MUI bahwa fatwa haram ini penting untuk menjaga kemaslahatan anak-anak muda yang kecanduan bermain PUBG.

Point pertama kita kantongi, yaitu untuk menjaga kemaslahatan anak-anak muda. Dan pasti kalian atau saya pribadi bertanya-tanya, apakah menjaga kemaslahatan anak muda yang kecanduan atau agar tidak kecanduan PUBG sampai mengeluarkan fatwa haram?. Tentu hal ini bukan perkara mudah. Jika PUBG difatwa haram. Maka siapapun yang main PUBG akan masuk neraka. Apakah semudah itu mengatakan ini halal ini haram?. Tentu ini bukanlah perkara yang mudah. Karena itulah hal ini terus dikaji. Dan MUI pasti akan meminta pendapat dari berbagai pihak sebelum memutuskan fatwa.

Masih dihalaman yang sama, saat saya membaca di website CNN, hal ini terkait dengan penembakan yang terjadi di kota Christchurch

Dari sini kita dapat mengambil dua point. Dan point kedua adalah dikaitkannya game PUBG dengan kejadian yang terjadi di Selandia Baru. Karena itulah MUI terus mengkaji apakah game PUBG sangat berpotensi terhadap mental dan psikologis para pemainnya. MUI perlu menelaah lebih dalam lagi terkait game ini. Karena MUI bukan pemain PUBG murni. Berbeda dengan kita yang suka main pubg, pasti lebih hafal seluk beluk PUBG. Mengenai pendapat dan kajian dari sisi positif atau negatif akan kita bahas nanti.

Lalu menginjak ke point ketiga. Di halaman tersebut juga diungkapkan bahwa game yang lebih menghabiskan banyak waktu sampai melalaikan tugas-tugasnya akan lebih banyak mudhorotnya. Karena inilah PUBG termasuk dalam kajian fatwa haram MUI.

Dan pasti banyak lagi alasan dasar mengapa game PUBG bisa menjadi kajian fatwa haram MUI.

Haruskah PUBG difatwa Haram?

Hukum dasar yang harus kita pahami adalah “Yang haram itu dosa, dan yang dosa masuk neraka”. Ini adalah ilmu dasar yang benar-benar harus kita pahami agar kita tidak mudah menyebut ini halal ini haram. Karena kita bukan Allah. Kita bukan Tuhan yang tau pasti tentang surga dan neraka. Yang bisa kita lakukan adalah memahami hukum-hukum Allah. Sehingga kita bisa menyimpulkan menurut Allah ini halal atau haram. Dan orang-orang yang paling paham tentang hal itu adalah ulama.

Apapun hiruk pikuk di dunia ini semua tergantung pada pribadi orang itu sendiri. Namun perlu kita ingat, bahwa pribadi seseorang bisa terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Karena inilah Game PUBG perlu dikaji oleh MUI. Lebih banyak manfaatnya atau justru mendekati mutlak mudhorot. Jika lebih mendekati atau justru 100% mudhorot, pasti PUBG resmi difatwa haram.

Kalian mungkin berpendapat, “Kalau hanya mencegah orang agar tidak kecanduan atau melalaikan tugasnya, nggak harus sampai mengharamkan game PUBG lah… Semua tergantung orangnya bisa membagi waktu atau tidak”.

Jika kalian berpendapat demikian, ya tidak salah. Memang wajar, jika alasannya tentang orang yang bermain game sampai lupa waktu, sampai lupa dengan sholatnya, lupa dengan tugasnya bahkan lupa dengan Tuhannya. Maka yang haram itu sifat lalainya. Bukan Gamenya. Gimana dengan orang yang bisa mengatur waktu kapan bekerja, kapan beribadah, kapan berkumpul dengan keluarga, apakah juga berdosa?. Jika PUBG difatwa Haram, artinya ini bersifat jamak. Entah bisa mengatur waktu atau tidak siapapun yang memainkan game ini akan berdosa. Dan yang berdosa masuk neraka.

Jika PUBG difatwa haram karena mengandung konten kekerasan, maka kita perlu lebih bijak dalam mengambil kesimpulan. Yang pertama adalah saya akan bercerita pengalaman pribadi saya di dunia game.

 

Dulu diera 90’an yaitu tepatnya saat saya kelas 5 SD, saya mulai mengenal komputer. Di tahun 1997 – 1998 sangatlah jarang ada anak desa yang mengenal apa itu komputer. Bahkan anak kuliahanpun masih sangat asing dengan hal ini. Beruntung waktu itu ada anak UGM yang magang (Kuliah Kerja Nyata) di Desa saya dan memberikan salah satu kegiatan yaitu “Belajar Komputer”. Dan kala itu komputernyapun masih pentium 1 atau mungkin dibawahnya pentium 1.

Singkat cerita, saya pertama dikenalkan komputer adalah mengenai fungsi. Mulai menggambar dengan Paint. Atau menulis dengan Word Star (Microsoft Office jaman Jadul). Untuk menghilangkan kejenuhan, saya dikenalkan dengan game. Ada 3 game yang saya ingat waktu itu. Yang pertama adalah Lotus (Balap), lalu Baryon (Tembak-tembakan Pesawat), dan yang ketiga adalah game DOOM (Game FPS Under DOS).

Jika game PUBG dianggap mengandung unsur kekerasan, brarti mereka belum kenal game DOOM. Sekalipun kala itu masih Under Dos dimana grafiknya masih 8 bit, tapi game itu sangatlah luar biasa. Penuh darah didalamnya. Lalu apakah para mahasiswa itu sekarang menjadi teroris? apakah saya menjadi teroris?. Dan Alhamdulillah tidak. Karena semasa saya bermain game, saya selalu diingatkan oleh para mahasiswa tersebut untuk tidak lupa belajar.

Jika PUBG difatwa haram karena mengandung unsur kekerasan, brarti kalian belum kenal GTA San Andreas. Game yang bisa dimainkan di PS 2 dan juga bisa dimain kan di PC bahkan sekarang juga bisa di mainkan di HP. Jika kalian kenal GTA, ini lebih brutal dari semua game yang ada. Dan saya tidak pernah mendengar istilah game haram dimasa-masa itu.

Saya menikmati masa kecil saya. Bermain Doom tanpa bayang-bayang Haram. Bermain GTA tanpa bayang-bayang Haram. Masuk ke SMP mulai minta dibelikan PC. Tidak dibelikan karena orang tua tidak tau apa itu Komputer. Mungkin waktu itu komputer dianggap nggak penting. Nggak bermanfaat dan lain sebagainya. Dan Alhamdulillah, meskipun saya anak Desa, sambil menangis akhirnya saya diberi uang 1 juta waktu itu dan saya belikan komputer pentium 1 bekas. Dari situ saya mulai bermain doom bebas (namun terbatas) kapanpun saya ingin memainkan. Pulang sekolah jam 2, langsung disuruh makan. Dan jam 3 disuruh berangkat ngaji yang jaraknya 3 – 4 km. Baru setelah pulang ngaji bisa bermain game. Dan itu harus belajar dulu. Belum puas main DOOM sudah disuruh tidur karena besok sekolah. Bahkan komputer akan disita kalau saya tidak juara 1 di sekolah. Dan saya harus berjuang keras untuk membuktikan bahwa komputer sangatlah bermanfaat. Dan itu bukan perkara mudah bagi orang Desa seperti kami.

Manfaat PUBG Yang Dirasakan Oleh Para Player

Hampir semua game baik online maupun offline pasti ada sisi positifnya. Sekalipun itu game Jamuran (Game masa jadul), Congklak, Yeye, Semua ada nilai positifnya. Game jamuran melatih kekompakan, Congklak melatih ketangkasan. Dan Yeye melatih kelincahan. Demikian pula dengan Game modern saat ini. Sekalipun bersifat online, tetap saja tidak terlepas pada unsur dasar game itu sendiri. Seperti PUBG misalnya. Dibawah ini manfaat yang dapat kami rasakan ketika main PUBG.

  1. Bermain PUBG melatih kerja sama Tim.Untuk mendapatkan sebuah Chicken Dinner, diperlukan kerjasama tim yang kompak. Tanpa adanya kemistri antar pemain, maka akan sangat berat untuk mendapatkan Chicken Dinner. Komunikasi dan pemahaman gameplay harus dipahami satu sama lain. Player satu dengan player yang lain harus hafal karakter masing-masing. Maka tidak heran, jika tim yang hebat pasti terdiri dari orang-orang yang teamworknya sangat solid.
  2. Melatih Strategi dan mengasah otak.Game PUBG memerlukan strategi yang jitu untuk mendapatkan kemenangan. Dimulai dari strategi dasar seperti penentuan Role masing-masing player. Sampai penerapan strategi dalam permainan. Itu baru strategi Offensive. Belum juga strategi Defensive dimana semua player dipaksa untuk menemukan jalan keluar secepat mungkin dan setepat mungkin saat dalam keadaan terdesak. Dan ini diperlukan cara berfikir yang cepat. Telat satu detik saja dalam mengambil keputusan dapat berakibat kekalahan. Karena inilah PUBG diperlukan cara berfikir yang cepat dan jenius.
  3. PUBG melatih ketrampilanMeski dimainkan hanya menggunakan tangan dan jari, bukan brarti game PUBG tidak melatih ketrampilan. Game PUBG melatih antara keselarasan mata, telinga, yang dikirim ke otak dan dikirim kembali tangan dan jari sebagai eksekutornya. Dengan bermain PUBG dapat melatih kepekaan yang menjadikan para player lebih responsif dan lebih peka. Bukan hanya PUBG saja, semua game juga memiliki manfaat serupa.
  4. Game PUBG melatih mental dan kepercayaan diri.Jika membicarakan manfaat, maka kita harus berfikir positif. Dan yang kami rasakan saat bermain PUBG, mental kami menjadi lebih kuat. Saat kita bermain dalam satu tim atau squad. Akan timbul rasa malu kalau kita noob atau bodoh. Karena itulah kita selalu berusaha untuk semakin hebat. Saat pertama-tama baru bermain kalo ketemu musuh kabur. Lama-lama menjadi lebih percaya diri. Mental semakin kuat, dan saat ketemu musuh tidak lagi kabur tapi tetap menghadapinya apapun resikonya. Bahkan lebih jago lagi, justru kita akan keliling map untuk mencari musuh. Dan disinilah game PUBG memberikan dampak negatif. Kita dituntut untuk menyelesaikan masalah atau tantangan, bukan menghindarinya atau kabur dari masalah.

 

Jika ditarik lebih jauh dan lebih dalam lagi, Game PUBG memberi manfaat lebih luas. Saat bermain PUBG saya dilatih untuk lebih sabar atau tidak grusa-grusu. Semua harus dipikirkan matang-matang. Game PUBG juga bisa digunakan untuk media dakwah. Misal dengan mengatakan “Tunggu bentar ya.. Mau sholat dulu”… Atau langsung mengatakan “Main game boleh, tapi sholat ga boleh ditinggalin” dan lain sebagainya. Meski tidak semua player sama paling tidak game satu ini banyak manfaat positifnya. Bahkan karena sering Too Soon (Mati diawal), saya lebih sering istighfar dengan kebodohan saya.

Apakah dengan memberikan fatwa haram ini solusi terbaik?

Saat kita menghukumi sesuatu menjadi haram, brarti akan ada dalil kuat yang melarangnya. Selain itu, kita harus mengetahui bahwa tidak ada satupun dalil baik Al Qur’an, Hadits ataupun ijma kias yang memperbolehkannya. Maka, hukum haram itu artinya mutlak tidak boleh dilakukan apapun alasannya selain dhorurot. Tapi bagaimana bisa bermain PUBG karena alasan Dhorurot?. Pasti mengada-ada. Karena itulah, saya sangat menyayangkan mengapa harus ada berita MUI mengharamkan game PUBG. Entah dari mulut siapa atau dari pihak mana istilah PUBG Haram ini berawal. Jika ini dari pihak MUI sendiri, saya sangat menyayangkan. Tapi walalupun bagaimanapun, mereka adalah ulama yang harus kita hormati dan harus kita taati.

Tapi tidak semua ulama harus kita taati. Karena diakhir zaman akan banyak bertebaran Ulama-Ulama Su’. Ulama Su’ akan membuat kerusakan, menyebar berita bohong, berbuat maksiat memecah belah umat dan lain sebagainya. Dan kita yakin ulama-ulama yang di MUI bukanlah bagian dari golongan Ulama Su’. Sehingga kita harus taat dengan segala fatwa-fatwanya.

Lalu, mengapa saya sangat menyayangkan saat beredar kabar tentang Fatwa MUI bahwa PUBG Haram?. Tentu bukan tanpa alasan. Walaupun bagaimanapun, saya orang yang sangat menjunjung tinggi derajat orang alim. Apalagi ulama. Saya sangat menghormati mereka karena bagi saya ulama adalah lentera dunia. Tanpa ulama dunia ini akan gelap. Dan saat beredar kabar Fatwa PUBG Haram oleh MUI, jelas ini akan menurunkan kepercayaan banyak pihak terhadap para ulama khususnya MUI. Bukan tidak mungkin MUI akan dicap membuat hukum sak penak udele dewe (Semaunya sendiri). Dari zaman dahulu kala sampai saat saya mulai ngaji kesana kemari, baru kali ini saya mendengar sebuah game dijatuhi hukum haram. Mungkin karena kebodohan saya, dan saya yakin MUI lebih memahami tentang hal ini.

Mengapa harus PUBG yang dikaji keharamannya?. Justru banyak game yang lebih brutal dari itu. Seperti di era 90’an, tepatnya pada tahun 1997, saya sudah memainkan game DOOM yang waktu itu under DOS. Game itu sangat brutal dan penuh dengan darah. Tapi game itu menjadikan saya untuk lebih teliti dan lebih sabar. Ada juga game GTA San Andreas dengan segala kode cheat didalamnya. Game GTA terkenal game yang sangat brutal. Lebih brutal dari Game BULLY (Preman Sekolah). Bertahun-tahun saya berhadapan dengan game, berhadapan dengan teknologi baru kali ini ada game bisa dijatuhi hukum haram. Padahal ada hukum yang lain seperti sunnah, makruh atau mubah. Jika dihukumi sunnah, sepertinya mustahil. Yah, paling tidak dihukumi makruh atau mubah. Jika langsung ditarik ke arah Halal Haram itu sudah beda lagi ceritanya. Jika haram pasti dosa, jika dosa masuk neraka.

Masih banyak yang ingin saya sampaikan terkait berita fatwa haram MUI terhadap game PUBG seperti :

  • Anak-anak tidak bersalah dan orang tua jangan disalahkan (Peran Orang Tua)
  • Bisikan setan kala anak sering dilarang ini itu
  • Pesan buat para player PUBG jika PUBG tetap dihukumi Haram
  • Menanamkan moral untuk tetap menghormati ulama sekalipun berselisih paham
  • Daftar List Software, Game, Gadget, Aplikasi yang harus juga dihukumi haram jika PUBG tetap dihukumi Haram

Banyak yang ingin saya sampaikan, hanya saja saya takut salah bicara. Tapi saya harus ambil suara agar tidak terjadi carut marut didunia maya. Saya player PUBG, dan saya tidak ingin nama besar Ulama dihina hanya karena kajian Fatwa Haram PUBG oleh MUI. Saya hanya ingin menyampaikan pendapat dan mengajak semua orang (Anak Muda khususnya) untuk tetap menghormati ulama. Saya ingin mengajak untuk membuka wawasan agar kita bisa lebih bijaksana dalam menanggapi sesuatu. Seandainya sebuah game dihukumi haram, dan kita kecewa, coba kita renungkan!

  • Seandainya PUBG dihukumi Haram, kerugian mana yang lebih besar? Kita meninggalkan game atau kita meninggalkan ulama?.
  • Seandainya PUBG dihukumi Haram, Siapa yang lebih rugi? Jika kita ikuti fatwa ulama maka kita akan selamat, soal benar dan salahnya itu urusan mereka dengan Allah. Sebagai makmum kita hanya bisa manut kepada imam. Jika imam salah, maka ingatkan, jangan dihujat, jangan dicaci, dan juga jangan dibenci apalagi sampai ditinggalkan.
  • Tidak ada yang lebih takut kepada Allah selain ulama, Dan barang siapa membenci ulama maka Allah akan membencinya.

Mohon maaf atas keterbatasan ilmu yang saya miliki, semoga kita bisa lebih bijak dalam menyimpulkan segala sesuatunya. Manusia tempatnya salah dan lupa, dan semoga kita bisa menjadi pribadi yang pemaaf jika salah satu dari kita ada yang melakukan kesalahan. Semoga bermanfaat, lain waktu disambung kembali.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar