Home » bisnis » Ternak Lele Bisnis Rumahan yang Menjanjikan

ternak lele

Ternak Lele Bisnis Rumahan yang Menjanjikan

Ternak Lele, salah satu jenis bisnis rumahan yang menjanjikan. Modal yang tidak terlalu mahal, proses yang tidak terlalu sulit membuat setiap orang pasti bisa melakukannya. Untuk saat ini, prospek dari bisnis ternak lele masih cukup cerah. Oleh karena itulah, bagi anda yang ingin mencoba bisnis ini, baca kiat-kiat yang bisa kita lakukan.

Tips Ternak Lele

Seiring berkembangnya usaha pecel lele di berbagai daerah, usaha ternak lele juga menjadi primadona bagi berbagai kalangan pembisnis. Dan untuk melakukan ternak lele atau budidaya lele tidaklah sulit. Yang perlu anda lakukan pertama adalah membuat kolam. Kolam ini bisa anda sesuaikan dengan jumlah lele yang akan anda ternak. Misal, jika kita ingin memelihara 1000 lele, paling tidak kita harus mempersiapkan kolam dengan ukuran 3×2 Meter dengan kedalaman 1 meter.

3 Teknik dalam membuat kolam ternak lele

  1. Membuat kolam dengan menggali tanah.
  2. Membuat kolam lele dengan menggunakan plastik atau terpal.
  3. Membuat kolam lele dengan cara permanen menggunakan bahan bangunan.

Diantara ketiga teknik tersebut, menurut pengalaman kami, beternak lele dengan kolam yang digali pada tanah tanpa disemen atau plastik, dan dibiarkan alami lele yang kita budidayakan lebih cepet berkembang. Lebih cepat besar dan tentunya mempercepat masa panen dan hasil panen.

Tips membuat kolam ternak lele yang siap huni

Setelah kita membuat kolam lele, ini artinya tidak serta merta kita bisa langsung meletakkan bibit lele kedalam kolam. Kita harus membiarkan kolam yang baru ini agar siap huni. Salah satunya adalah dengan memasukkan pupuk kandang ke dalam kolam, lalu di isi air. Setelah itu diamkan 3 hari sampai seminggu. Dalam kisaran waktu tersebut, kondisi air sudah cocok dengan habitat lele yang sesungguhnya. Dan dengan teknik penambahan pupuk kandang, akan mempercepat pertumbuhan plankton didalam kolam sebagai makanan utama lele.

Terlebih jika kolam yang kita buat adalah kolam permanen dari semen, jika setelah jadi langsung kita isi air dan langsung kita masukkan bibit kedalamnya, dalam satu hingga 2 hari, bibit-bibit lele yang kita masukkan akan mati satu persatu. Hal ini dikarenakan karena kondisi air yang belum cocok dengan habitat lele.

Tips yang lain seputar kolam adalah, kita harus membuat paling tidak 2 kolam. Kolam pertama adalah untuk meletakkan bibit. Dan kolam kedua adalah untuk lele-lele yang sudah mulai besar. Jika kita tidak memisahkan antara lele kecil dan besar, ada kecenderungan lele yang kecil akan dimakan oleh lele yang besar. Dan tentunya ini akan membuat jumlah hasil panen kita berkurang kelak.

Pola Pakan Ternak Lele

Lele adalah karnivora atau pemakan daging. Tanpa kita beri pakan lele, sebenarnya lele akan tetap tumbuh dengan cara memakan mikro plankton di dalam kolam. Namun untuk mempercepat proses pertumbuhan, kita harus membeikan beberapa makanan ekstra. Jika ingin hemat, kita bisa memberikan pakan setiap pagi saja. Dan jika ingin lebih cepat lagi, kita bisa menaikkan menjadi pagi dan sore. Kita bisa mengatur pola dalam memberi pakan lele dengan menyesuaikan kondisi kantong kita.

Jika anda melakukan cara budidaya lele dengan baik, pasti anda bisa sukses sebagai juragan lele di lingkungan anda.


☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar