Home » wirausaha » Strategi Pemasaran Ternak Ayam Kampung

ternak ayam kampung, ayam kampung, cara ternak ayam kampung,

Strategi Pemasaran Ternak Ayam Kampung

Ternak ayam kampung adalah salah satu peluang usaha menguntungkan. Strategi pemasaran memegang peranan penting. Bisa jadi adalah modal utama yang harus kita ketahui. Peluang dalam berbisnis dari satu tempat dengan tempat yang lain tentunya berbeda. Pengetahuan dalam mengantisipasi pasar harus dimiliki oleh seseorang wirausaha.
 
Ternak ayam kampung tidak begitu sulit. Pemasaran sendiri terhitung mudah. Hampir semua orang paham cara melepas atau menjualnya ke masyarakat.
 
Kebutuhan akan ayam kampung masih sangat tinggi. Masyarakat masih memilih ayam kampung untuk kebutuhan tertentu.

Gambar ayam kampung betina

Gambar ayam kampung betina

ternak ayam kampung betina, ayam kampung betina,
Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang strategi pemasaran ayam kampung, kita perlu memperhatikan standarisasi harga. Biasanya, seorang peternak dengan peternak yang lain tidak memiliki hubungan atau komunikasi yang baik.
 
Misal, peternak A menjual ayam kampung di saat panen dengan harga 25 ribu rupiah. Lalu peternak B 20 ribu rupiah. Dan peternak C 27.500 rupiah. Perbedaan harga jual disaat panen inilah yang biasanya akan menimbulkan kekhawatiran. Bisa-bisa harga ayam akan jatuh di saat panen tiba.
 
Untuk pengelolaan pasar kita harus punya standarisasi harga. Satu tempat dengan tempat yang lain mungkin akan berbeda. Dalam menentukan harga jual peternak punya perhitungan masing-masing. Salah satu penentunya dalah faktor harga pakan. Satu tempat dengan tempat yang lain ada kalanya berbeda.

Ternak ayam kampung

Satu pertanyaan yang terlintas sebelum beternak ayam kampung biasanya adalah “Kemana harus saya jual?”. Pertanyaan inilah yang harus kita temukan jawabannya.
 
Ada dua langkah yang biasa diambil oleh seorang peternak, yang pertama adalah menjualnya kembali kepada pelaku bisnis penampung ayam atau menjualnya sendiri. Dua hal ini memiliki nilai positif dan negatifnya sendiri.
 
Jika saat panen tiba kita mengambil langkah ada pembeli yang siap menampung hasil ternak, yang menjadi dasar utama biasanya adalah harga. Karena ayam ini untuk dijual lagi, pasti harga yang kita berikan lebih rendah.
 
Tapi kita tidak perlu repot-repot mencari pembeli diluar atau repot menjual hasil ternak kita ke pasaran. Dalam istilah ternak biasa di sebut dijual ke Bakul.
 
Berbeda jika kita mencari pasar sendiri. Yang pertama kita lakukan adalah analisa pasar. Setelah kita analisa pasar, kita harus memulai ternak sekalipun dari skala kecil. Setelah itu, kita bisa mendatangi restoran-restoran, atau pedagang ayam di pasar, mungkin juga bisa mendatangi pabrik jagal ayam untuk mencari celah jual jika nanti panen tiba.
 
Kelebihan dari mencari pembeli sendiri adalah dimasalah harga. Kita tidak harus menerapkan harga minimum, yang perlu kita lakukan adalah negosiasi dengan pembelinya. Selama harga cocok, proses jual beli akan menemui kesepakatan.
 
Jadi, untuk menunjang kelancaran selama beternak ayam kampung, selain kita harus memilih bibit yang bagus, lalu melakukan proses produksi yang efektif, kita juga harus melakukan strategi pasar yang inovatif. Semua tak lebih dari agar usaha yang kita jalankan dapat terus berjalan dan terus menuai keuntungan.
 

☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

3 komentar

  1. Terimakasih informasinya, sangat bermanfaat sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar