Home » kesehatan » Resiko Kematian Dibalik Kebiasaan Bangun Tidur Langsung Berdiri

resiko kematian dibalik kebiasaan bangun tidur langsung berdiri

Resiko Kematian Dibalik Kebiasaan Bangun Tidur Langsung Berdiri

Resiko kematian di balik kebiasaan bangun tidur langsung berdiri – Pernahkah diantara kalian mendengar istilah bahwa kebiasaan bangun tidur langsung berdiri bisa menyebabkan kematian?. Bagaimana menurut penelitian medis tentang rumor yang beredar di masyarakat ini?. Benar atau tidakkah?. Mari kita bahas lebih lanjut.

Jika kita sedang tidur, kita tidak pernah tahu tidur kita dalam posisi apa. Bisa saja kita dalam posisi terbaring menghadap ke atas, miring, tengkurap, atau mungkin nungging. Seseorang yang sudah tertidur akan kehilangan kesadarannya.

Resiko kematian di balik kebiasaan bangun tidur langsung berdiri

Dalam dunia medis di kenal dengan istilah Hipotensi Ortostatik. Hipotensi Ortostatik adalah penurunan tekanan darah secara tiba-tiba karena adanya perubahan posisi. Penderita penyakit ini akan mengalami pusing bahkan pingsan jika melakukan perubahan posisi. Seperti halnya dari duduk lalu berdiri. resiko kematian dibalik kebiasaan bangun tidur langsung berdiri akan semakin berpeluang bagi seseorang yang mengalami berbagai macam gangguan medis.

Bagi anda penderita darah rendah pasti pernah mengalami mata berkunang-kunang saat berdiri. Seperti inilah Hipotensi Ortostatik, jika dalam keadaan duduk, misal tekanan darah 100/70 saat berdiri berubah secara tiba-tiba menjadi 90/60. Maka tekanan darah akan mengalami drop. Jika saat drop tersebut penderita mencoba menahan nafasnya, maka bisa jadi ia langsung terjatuh pingsan.

Oleh karena itu, ungkapan bahwa bangun tidur langsung berdiri bisa menyebabkan kematian bukanlah hal yang benar. Ini hanya mitos belaka. Hal ini mungkin pernah terjadi pada seseorang yang sering mengalami Hipotensi Ortostatik. Sedangkan penderita Hipotensi Ortostatik, ia bisa mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba tanpa harus tidur terlebih dahulu. Bisa saja dari duduk yang lama lalu berdiri tekanan darahnya turun secara drastis.

Beberapa orang yang berpeluang mengalami Hipotensi Ortostatik :

  1. Orang yang menderita darah rendah.
  2. Penderita Diabetes Melistus (Kencing Manis).

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

resiko kematian dibalik kebiasaan bangun tidur langsung berdiri

Seseorang yang menderita tekanan darah rendah akan lebih beresiko mengalami Hipotensi Ortostatik. Sehingga penderita tekanan darah rendah lebih mudah pingsan jika terlalu lama duduk lalu tiba-tiba berdiri. Bermula pandangan mata menjadi gelap, lalu berkunang-kunang. Jika tekanan darah semakin turun, bisa saja penderita menjadi pingsan atau mungkin saja berujung pada kematian.

Sedangkan pada penderita Diabetes Melistus atau kencing manis, mereka lebih beresiko mengalami Hipotensi Ortostatik karena penderita kencing manis mengalami gangguan syaraf tepi termasuk di bagian telapak kaki. Sehingga penderita kencing manis ini bisa saja tidak merasakan pijakan pada kaki mereka dan berpengaruh pada keseimbangan.


☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar