Home » kesehatan » Resiko Diet Kesalahan Fatal Yang Dilakukan

Resiko Diet, bahaya diet, diet sehat,

Resiko Diet Kesalahan Fatal Yang Dilakukan

Resiko Diet dan Kesalahan Fatal Yang Sering Dilakukan. Hampir setiap orang baik laki-laki maupun perempuan pasti menginginkan kondisi tubuh yang ideal. Bagi kita yang mempunyai masalah dengan berat badan, pasti terlintas dalam benak kita untuk sesegera mungkin melakukan diet.

Namun sayangnya, diet bagi kebanyakan orang adalah mengurangi makan. Bahkan ada yang lebih ektrim yaitu menjalankan program diet dengan tidak makan sama sekali. Sesekali makan setelah rasa kenyang sudah hilang, mereka berusaha sesebisa mungkin mengeluarkan kembali makanan tersebut dari dalam perut dengan berbagai cara.

Salah satu cara yang dilakukan untuk mengeluarkan makanan adalah dengan memasukkan jari ke dalam tenggorokan. Sehingga perut akan terasa mual dan akhirnya makanan akan termuntahkan. Bukankah ini sangat beresiko?. Tapi resiko diet dapat kita minimalkan.

Resiko diet 1 – Benarkah diet itu tidak makan?

Tubuh ibarat sebuah mobil. Jika ingin mesin tetap hidup pasti membutuhkan bensin. Demikian dengan manusia, di dalam tubuh terdapat jantung, usus, paru-paru dan lain sebagainya. Organ ini akan terus bekerja 24 jam. Tanpa adanya asupan makanan sebagai sumber energi, maka mesin di dalam tubuh bisa mati.

Asupan gizi bagi tubuh baik itu berupa nutrisi maupun lemak harus tetap diberikan agar tubuh tetap sehat dan fit. Kekurangan gizi pada tubuh bisa mempengaruhi beteng pertahanan tubuh. Dan lemak sendiri tidak semuanya bersifat jahat. Tubuh tetap membutuhkan lemak. Untuk itu, jika ada ansumsi bahwa diet harus tidak makan, maka ini adalah kesalahan yang sangat fatal.

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Resiko Diet, bahaya diet, diet sehat,

Resiko diet 2 – Benarkah diet harus menghindari karbohidrat?

Pernahkah dari kita melakukan diet dengan meninggalkan makan nasi?. Jadi, dipagi hari sarapan dengan buah, siang minum jus, lalu malam tidak makan. Atau mungkin ada program diet yang hampir menyerupainya. Pada inti dari program tersebut adalah meninggalkan nasi.

Jika memang ada yang berpandangan bahwa diet harus meninggalkan nasi, maka hal ini adalah sebuah kesalahan. Bagaimanapun tubuh harus tetap mendapatkan karbohidrat. Jika ada program diet yang menyarankan untuk meninggalkan nasi hal ini boleh-boleh saja jika kebutuhan akan karbohidrat di ganti dengan yang lain seperti jagung, ubi-ubian atau roti.

Jadi, boleh-boleh saja kita mengkonsumsi nasi selama melakukan program diet. Hanya saja jangan berlebihan. Cukup menggunakan setengah porsi normal. Seperti setengah piring nasi atau bisa saja menggantinya dengan roti tawar.

Resiko diet 3 – Benarkah diet harus meninggalkan garam?

Ada beberapa program diet yang menyarankan untuk meninggalkan garam dalam setiap makanan. Seperti membuat sayur tanpa menggunakan garam. Resiko jika hal ini dilakukan terus menerus adalah air tidak akan tertahan di dalam tubuh. Padahal air adalah salah satu zat yang sangat di butuhkan oleh tubuh.

Jika tubuh tidak dapat menyerap air, maka cairan di dalam tubuh akan langsung keluar bersamaan dengan urine dan buang air besar. Dampak negatif lainnya adalah, kulit akan mengering dan terlihat pucat.

Khusus bagi penderita hipertensi, lemah jantung, dan gangguan ginjal. Akan sangat beresiko jika melakukan diet tanpa garam. Sebab zat garam sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan organ-organ tersebut.


☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar