Home » motivasi » Penyebab Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Penyebab Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Penyebab Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga harus kita kenali agar kita bisa mencapai kesuksesan. Salah satunya adalah sukses membangun keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Tidak ada kesuksesan dalam berbisnis sekalipun yang tidak di barengi dengan kesuksesan dalam membina rumah tangga. Kesuksesan dalam berbisnis akan tercermin pada kehidupan keluarga. Dan situasi dalam keluarga akan sangat menentukan kesuksesan dalam berbisnis.

Penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga Secara Umum

Keluarga adalah tempat dimana kita kembali dari kesibukan dan rutinitas yang kita lakukan. Seseorang yang sudah berkeluarga, setelah melakukan segala rutinitas dan kesibukan, ia akan kembali kepada anak istrinya. Membagi segala yang sudah dicapainya pada hari itu. Menyampaikan rejeki yang sudah di dapatkan. Dan jika seseorang tersebut belum berkeluarga, maka ayah ibunyalah bagian dari keluarga tersebut. Setelah pulang dari segala rutinitas, mereka akan kembali dan membagi kebahagiaan dengan keluarga yaitu ayah ibu dan saudara yang lainnya. Dalam hal ini sangat berkaitan dengan Penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

Salah satu orang yang menderita adalah orang yang merasa senang atau bahagia, tapi tidak ada tempat untuk membagi kebahagiaan tersebut. Seorang laki-laki yang berhasil mendapatkan sebuah proyek yang besar, ia akan sangat senang, lalu saat bersama keluarga ia akan bercerita dengan istri tercinta, membagi seluruh cerita dan harapan yang bisa mereka wujudkan.

Berbeda halnya jika ia adalah orang yang otoriter, sekalipun ia senang mendapatkan proyek besar, ia tidak bisa membagi perasaan bahagia tersebut kepada anak istrinya. Bahkan lebih buruk lagi mungkin tidak bisa berbagi rasa senang tersebut kepada orang lain yang mana akan membuatnya menjadi seorang pribadi yang susah tertawa. Sungguh menderita orang yang tidak bisa tertawa dalam hidupnya.

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Penyebab Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga

1. Kurangnya Rasa Saling Menghargai.

Penyebab Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang pertama adalah tentang penghormatan diri kita kepada orang lain. Pada umumnya, seorang suami adalah penopang seluruh kebutuhan keluarga. Ia akan bekerja siang dan malam demi memenuhi kebutuhan hidup. Jika seorang istri kurang dalam menghormati suami, biasanya disaat terjadi permasalahan dalam bisnis, suami akan melampiaskan kemarahannya tersebut kepada sang istri.

Untuk itu, seorang suami harus menghormati istri, bahwa ia adalah tempat untuk membagi semua perasaan yang dialaminya. Dan seorang istri juga harus menghargai segala jerih payah suami baik itu banyak atau sedikit.

2. Kebutuhan Batin Yang Terpenuhi Dengan Tidak Sempurna.

Kekerasan dalam rumah tangga biasanya bukan terjadi karena suatu permasalahan yang besar. Tapi terjadi karena ribuan masalah kecil yang tidak pernah terselesaikan. Karena itulah, untuk membina keluarga yang sukses harus di penuhi dengan rasa keterbukaan.

Termasuk dalam urusan batin, jika ada sesuatu yang mengganjal dalam hati, lebih baik langsung di bicarakan. Boleh menunda jika waktunya tidak tepat, tapi proses menunda ini sendiri tidak boleh terlalu lama. Sesegera mungkin harus segera dibicarakan. Adanya suami atau istri saling menyakiti dalam artian melakukan kekerasan dalam rumah tangga, sebagian berkaitan dengan tekanan batin yang dialami. Yang memicu tekanan darahnya menjadi tinggi dan emosipun tidak terkontrol lagi.

Karena inilah kebutuhan batin seperti perasaan harus senantiasa di selaraskan.

3. Penghasilan Istri Lebih Besar Dari Suami.

Pada umumnya, seorang wanita adalah ibu rumah tangga yang mengurus suami dan anak. Tapi tak jarang pula seorang wanita yang berbisnis, berkarir, entah demi membantu ekonomi atau memang ingin menghasilkan sendiri. Dan sering terjadi di dalam kehidupan rumah tangga adalah, penghasilan istri lebih besar dari penghasilan suami. Hal ini dapat memicu kesenjangan dalam menjalin hubungan. Boleh dipastikan, sesungguhnya seorang suami yang penghasilannya lebih kecil dari istri, ia merasa malu dan kalah. Karena sifat dasar seorang laki-laki adalah tidak mau kalah dengan sang istri. Namun laki-laki dibekali sifat yang sabar, bijaksana, sehingga bisa menutupi semua kegelisahan tersebut.

Lebih buruk lagi, jika ada seorang laki-laki yang menggantikan posisi istri, lalu istri yang bekerja membanting tulang. Hal ini tentu akan sangat menyakitkan. Jika ada suami yang rela bahagia melakukannya dengan senang hati, maka perlu dipertanyakan kejantanan suami tersebut. Jika seorang suami yang tertekan karena istri selalu bekerja, sedang ia sibuk dalam mengurus anak, bahkan sampai memasak, batin suami ini akan tersiksa dari hari ke hari. Maka tak jarang saat istri melakukan kesalahan, suami tidak takut untuk melampiaskan segala amarahnya. Karena ia merasa tidak dihargai. Bahkan ia ingin lepas dari hubungan suami istri tersebut. Ia akan melakukan segala hal agar di buang oleh sang istri. Bukan tidak mungkin akan menjadi Penyebab Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Ada laki-laki yang bersikap seperti yang kami sampaikan diatas. Mereka mencari kesalahan sang istri, memancing masalah agar sang istri melakukan kesalahan, lalu melakukan tindak kekerasan. Setelah itu suami akan menuntut sang istri sambil melakukan pembelaan. Maka di mata masyarakat, istrinya yang salah. Padahal istri sudah bekerja, sedang suami bersantai santai. Memang terkadang ada orang yang seperti ini. Saat laki-laki tidak lagi punya rasa malu, maka sudah tamatlah riwayat kejantanannya.

Bagaimana jika ada yang mengalami hal yang seperti ini?. Dari pihak suami harus sadar betul siapa yang sepatutnya menopang kebutuhan ekonomi keluarga. Harus tetap bekerja sekalipun penghasilan istri jauh lebih besar dari penghasilan suami. Dan seorang istripun tidak boleh menyombongkan diri. Memamerkan penghasilannya yang besar untuk menjatuhkan suami. Besar atau kecil penghasilan tidak akan ada artinya jika keluarga hancur. Kebahagiaan akan terasa bahagia jika ada tempat untuk membagi kebahagiaan tersebut. Dan semoga kita terhindar dari permasalahan yang memicu keretakan dalam rumah tangga. Semoga kita berhasil dan sukses mewujudkan keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Keluarga yang islami yang selalu taat dengan ajaran islam didalamnya.

☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar