Home » peluang usaha » Peluang Usaha Kue Brownies Sukses

kue brownies,

Peluang Usaha Kue Brownies Sukses

Satu lagi Peluang Usaha Kue Brownies yang dapat kita manfaatkan. Perjalanan kami dalam menyusuri tiap-tiap sudut kota desa dan pinggiran menemukan hasil. Kami dapat bertemu dengan salah satu pengusaha sukses kue Brownis. Kesempatan ini tidak kami sia-siakan untuk menimba ilmu dengan beliau.

Banyak pengalaman dan kiat sukses yang dapat kami peroleh. Serta lika-liku di dalam berwirausaha yang tak bisa kita nilai dengan uang. Dan pada kesempatan kali ini, kami akan membagi pengalaman menarik ini kepada kita semua, agar kita bisa mendapatkan inspirasi bisnis dalam berwirausaha. Kami harap ada poin penting yang dapat kalian peroleh setelah selesai membaca artikel ini dengan lengkap.

Peluang usaha kue brownies

Waktu itu kami belum sempat menanyakan soal pemakaian nama pemilik perusahaan, sehingga kami belum berani menyampaikan nama beliau. Kami akan memberikan inisialnya yaitu Bapak SY. Bapak SY bukan orang yang termasuk pemula di dalam bidang bisnis. Beliau telah bertahun-tahun bergelut dalam bidang Kue Brownis. Bisnis Kue Kering memang sangat menjanjikan. Dan ini dimanfaatkan dengan baik oleh bapak SY.

Modal yang diperlukan membuka usaha kue brownies

Berapa modal yang diperlukan untuk mendirikan usaha kue brownies? Inilah pertanyaan kami pertama kepada Bapak SY. Beliau menjawab, “tidak banyak, tapi juga tidak sedikit”, sambil tertawa kecil mencoba agar pembicaraan kita tidak terlalu serius. Beliau mengatakan bahwa modal utama yang keluar dari kantong sendiri sekitar 40jt. Itupun dia tidak menyewa tempat. Karena lokasi pabrik Brownies yang ia kerjakan berada di salah satu ruang di rumahnya yang memang di sulapnya menjadi sebuah pabrik produksi kue kering brownies.

Angka itu tidak serta merta langsung keluar sebesar empat puluh juta. Melainkan dengan mencicil sedikit demi sedikit. “Punya 5 juta ya… buat beli mesin, bahkan beli mesin aja dulu saya hutang. Punya sejuta lagi ya.. buat beli bahan baku, punya sejuta buat beli Toples (Alat untuk mengemas kue brownies)”, demikian yang disampaikan oleh Bapak SY dalam masalah permodalan.

Dalam benak bapak SY waktu itu adalah, dengan modal berapapun yang kita punya, asal kita sudah tau ilmunya, kita bisa memulai bisnis itu kapan saja. Setelah kita memulai, nanti modal akan datang dengan sendirinya. Entah itu dari saudara, dari temen, bahkan bisa pula dari pinjaman bank.

Jumlah pemasukan dari usaha kue brownies

Dengan taksiran total modal yang dikeluarkan sekitar 40 juta, kira-kira berapakah pemasukan atau omset yang dihasilkan dari usaha kue brownies ini?. Inilah pertanyaan yang kemudian kami tanyakan kepada Bapak SY. Beliau mengatakan, dalam sehari kadang bisa seratus ribu, kadang tiga ratus ribu, kadang di hitung di akhir bulan minus.

Inilah yang diungkapkan beliau. Penghasilan bersih setelah dipotong biaya produksi tidak bisa dipastikan. Terkadang sedikit kadang banyak. Bahkan sesekali menurut kisaran data keuangan, usahanya dinyatakan rugi. Hal ini biasanya di karenakan lonjakan harga bahan baku yang tidak terkontrol.

Maka dalam pembukuan akan menjadi minus. Terlebih jika bahan baku melonjak atau naik tinggi, dan harga jual masih sama. Ini jelas akan mengurangi penghasilan perusahaan.

Solusi jika harga bahan baku Kue Brownies naik

Dari hasil kami berbincang-bincang, Pak SY menyampaikan bahwa kenaikan bahan baku dalam berbisnis makanan pasti selalu terjadi. Dari jaman LONDO (Belanda dalam bahasa Jawa). Orang jualan pasti ngalamin yang namanya kenaikan harga. Dan Pak SY bukan hanya sekali dua kali di pusingkan dengan naiknya harga bahan baku dan bahan-bahan pendukung lainnya.

Maka untuk mempertahankan konsumen, Pak SY tidak langsung ikut menaikkan harga jual brownies. Melainkan mengurangi ukuran atau bahan yang digunakan. Misal, jika biasanya menggunakan gula satu kilo di setiap adonan, sekarang ya sepertiga kilo. Nanti adonannya juga dikurangi, ukurannya jadi lebih kecil. Itu kalo kenaikan harga melambung tinggi. Tapi kalo naiknya masih standard, kami tidak melakukan perubahan apa-apa. Kami tetap berjalan seperti sebelum harga naik. Jika naiknya tidak tertolong lagi, baru kami menaikkan harga jual, kami bikin brownies yang ukurannya lebih besar.

Bahan baku kue brownies

Apa saja bahan baku kue brownies?. Pertanyaan kami ini di jawab agak lama oleh Pak SY, mungkin karena banyaknya bahan yang digunakan sehingga perlu mengingat-ingat.

Kemudian Pak SY menjawab, “Bahannya ya, Tepung, Telur, Vanila, Pewarna makanan, trus Gula, Minyak Sayur, Wijen, seres”. 

“Apa hanya itu saja pak?”.

“Saya rasa cuma itu, emang apa lagi?”, pak SY justru kembali bertanya kepada kami.

Resep rahasia kue brownies

Kami memberanikan diri untuk bertanya tentang resep rahasia dalam pembuatan kue browniesnya, tapi pak SY seakan-akan bingung dalam menjawabnya. “Kalo masalah resep rahasia, sepertinya tidak ada”. Kami melakukan sama seperti pengusaha brownies yang lain. Jika saja rasanya berbeda, mungkin adonannya saja yang membedakannya.

Jika orang lain memakai setengah kilo gula, saya memakai satu kilo gula. Jika orang lain memakai pemanis buatan, kami memakai gula asli. Jika orang lain memakai bahan pengawet, kami tidak menggunakan bahan pengawet. Paling ini saja yang membedakan. Tidak ada resep rahasia”. Pak SY menjawab dengan singkat dan jelas.

Mungin memang sudah menjadi karakter seorang pengusaha, sedikit bicara banyak bekerja. Dan kami mendapatkan poin positif dari yang beliau sampaikan. yaitu tentang kemurnian bahan. Pak SY tidak pernah menggunakan bahan-bahan yang bisa membahayakan bagi kesehatan. Seperti bahan pengawet, pemanis buatan atau yang lainnya.

Kendala yang sering di alami dalam usaha kue brownies

Tak lengkap rasanya sebuah usaha tanpa adanya kendala atau permasalahan. Begitu pula perusahaan Kue Brownies milik pak SY. Beliau menyampaikan dalam logat Jawa tulennya bahwa kendala yang sering di alami selama menjalankan usaha kue brownies yaitu terletak pada toples. Setiap hari selalu saja ada toples yang rusak atau hilang. Sebelum saya bertemu dengan Pak SY, saya juga pernah bertemu dengan pengusaha kue brownies yang lainnya. Dan mereka mengatakan hal yang sama.

Masalah utama yang sering menjadi kendala selalu saja toples yang digunakan untuk mengemas kue brownies. Bahkan Pak Tri seorang pengusaha kue Brownies yang lain mengatakan bahwa dalam sehari jika dirupiahkan kerugian dari hilangnya atau rusaknya toples bisa mencapai tiga ratus ribu rupiah sehari. Hitungan ini pada waktu bensin masih tujuh ribu rupiah. Tapi perusahaan Pak Tri lebih besar dan karyawannya-pun lebih banyak dibandingkan perusahaan Pak SY.

Strategi pemasaran kue brownies

Untuk paragraf ini kami tulis berdasarkan percakapan kami bersama para karyawan atau pedagang kue brownies. Karena kunci utama dari perusahaan kue brownies selain kualitas kue adalah kualitas karyawannya. Sebagian besar karyawan kue brownies mengatakan, untuk dapat menjual dengan laris kue yang mereka jual. Mereka harus masuk ke warung-warung kecil.

Pernah mereka menitipkan kue yang mereka bawa ke sebuah toko yang nampak elit, ternyata tak satupun kue tersebut di beli orang. Beberapa karyawan yang lain mengatakan, “Ya kalo disibu toko atau restoran elit, orang kaya mana mau beli jajanan begituan, dan orang kelas bawah mana sempet mampir ke toko atau restoran elit”.

Kami sebagai orang yang mendengarkan hanya bisa diam saja. Tidak mengiyakan dan tidak menyangkal. Satu sisi memang mereka lebih tau dibandingkan saya. Dan disisi lain, mungkin memang itu yang sering mereka alami selama ini.

Disamping itu, mereka sering mengatakan. Bahwa dengan menitipkan dagangan ke warung-warung kaki lima di pinggir jalan. Dagangan mereka akan lebih laku. Tapi mempunyai resiko, yaitu barang dagangan hilang jika warung tersebut terkena razia satpol pp. Belum juga preman dari gang ke gang yang selalu saja ada yang iseng mencuri dagangan mereka. Bahkan tak segan-segan mereka para preman atau pemuda mabuk mengambil begitu saja dagangan yang mereka bawa.

Sebagai pedangang, mereka hanya mencoba masuk ke kampung-kampung. Soal halangan dan rintangan, itu sudah menjadi bagian dari resiko yang mereka hadapi. Tapi untungnya, Karyawan pak SY tidak pernah bercerita tentang kejadian serupa, yaitu kejadian tentang hilangnya dagangan karena di curi orang. Mungkin karena Pak Tri mempunyai perusahaan di Kota Jakarta, sedangkan Pak SY perusahaan miliknya berada di sebuah pedesaan. Sehingga tingkat premanisme-nya masih tergolong sedikit.

Jika kalian ingin memesan kue brownies untuk acara resepsi atau jamuan dalam arisan. Silakan datang ke Dukuh Pendem, RT 05 RW 07 Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Surakarta. Meskipun ini bukan perusahaan kami, tapi kami akui kue brownis milik pak SY memang lebih enak dibandingkan kue brownies lain yang pernah kami cicipi. Karena inilah saya lebih suka mengangkat profil Bapak SY dan Pak Tri dibandingkan pengusaha yang lain.

Prospek kedepan usaha kue brownies

Jika salah satu diantara kalian ingin menjajal keberuntungan di bidang bisnis kue kering, maka bisnis kue brownies bisa menjadi salah satu pilihan. Dari sekian banyak profil usaha yang kami temui, kue brownis salah satu usaha kue yang sangat kecil resikonya.

Memang tidak ada satupun usaha tanpa resiko, namun diantara usaha yang lainnya yang setingkat dengan kue brownies, seperti kue donat yang pernah kami tulis di artikel yang lain, kue brownies lebih tahan lama dibandingkan dengan kue donat. Pernahkah anda menjajal makanan kue brownies atau kue donat?


☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar