Home » kesehatan » kanker » Mitos Makanan Yang Salah Bagi Kesehatan

mitos makanan

Mitos Makanan Yang Salah Bagi Kesehatan

Berbagai macam mitos makanan, dan beberapa makanan yang dapat mencegah penyakit kanker. Untuk anda para Wirausahawan Sejati, para pekerja keras, pasti asupan makanan yang sehat menjadi faktor utama kebugaran fisik. Tapi pernahkah kalian menemukan mitos-mitos yang terjadi pada berbagai makanan?

Aneka Mitos Makanan

Terkadang makanan yang kita anggap buruk bagi kesehatan justru sangat baik dalam mencegah penyakit kanker. Kali ini di info kesehatan wirasejati.com, akan membahas berbagai makanan beserta mitos-mitosnya. Diantaranya adalah :

1. Makanan berlemak membuat kita gemuk.

Pakar kesehatan MDAnderson dari Integrative Medicine Center pernah mengemukakan, “Lemak sangat dibutuhkan untuk penyerapan vitamin A, D, E, dan vitamin K. Dan membantu kita tetap sehat”. Dari ungkapan ini, kita dapat mengambil sebuah garis besar bahwa lemak sangat dibutuhkan pada tubuh kita.

Tanpa lemak, Vitamin-vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh tidak bisa terserap dengan sempurna. Sedang makanan berlemak yang sangat direkomendasikan adalah alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Dalam teori yang benar, Lemak mengandung kalori kabohidrat dan protein yang lebih banyak.

Sehingga akan membantu kita merasa kenyang lebih lama. Hanya saja, Kalori seperti karbohidrat, protein, atau lemak, yang tidak terbakar akan tersimpan di dalam tubuh sebagai lemak tubuh.

2. Makanan beku tidak sesehat makanan yang masih segar.

Pada penelitian yang sebenarnya, produk makanan beku justru terbukti mampu menjaga nutrisi pada makanan. Berbeda dengan produk yang masih segar, nutrisi akan terurai dengan sejalannya waktu. Namun pada makanan beku, nutrisi akan terus tersimpan pada tingkat kematangan yang paling puncak. Sehingga produk makanan beku terbilang lebih mampu mempertahankan kandungan gizi.

3. Jus bisa menghilangkan racun pada tubuh.

Menurut para ahli, mereka mengungkapkan bahwa tubuh secara otomatis akan membersihkan racun berbahaya. Jika kita terlalu menganggap dengan meminum jus bisa menghilangkan racun, perlu diketahui bahwa jika kita hanya meminum jus kita akan mudah terserang sakit kepala, tidak punya energi, dan sering mual. Jika diteruskan, maka bisa berbahaya bagi kesehatan. Dan yang lebih disayangkan lagi, kadar kandungan serat pada buah akan hilang saat menjadikannya sebuah jus. Sedangkan menurut para dokter serat terhitung mampu menurunkan resiko kanker.

4. Telur sangat buruk bagi kesehatan.

Kandungan kolesterol pada telur sejauh ini selalu dianggap sebagai perusak kesehatan tubuh. Dan pada daerah tertentu, telur telah dianggap sebagai makanan yang jelek. Menurut Maxon dari IMC, kolesterol pada telur hampir tidak berpengaruh pada kesehatan, yang mempengaruhi daya tahan tubuh adalah kolesterol pada darah. Justru telur terbukti mampu memperbaiki sistem otak, dan kaya akan omega 3 yang dapat mengurangi jenis penyakit kronis.

5. Makan larut malam menyebabkan naiknya berat badan.

Ini hanya mitos atau kenyataan? Pada hasil penelitian, makan pada siang atau malam tidak berpengaruh pada berat badan. Yang menjadikan berat badan naik adalah jenis makanan yang dikonsumsi dan aktivitas keseharian.

6. Boleh makan apa saja asal rajin berolah raga.

Jika kita masih membicarakan tentang berat badan, banyak yang mengimbangi pola makan dengan olah raga. Sehingga banyak yang berasumsi jika kita rajin berolah raga kita boleh makan apa saja.

Dan berat badan tidak akan naik. Pada kenyataannya, Olah raga saja tidak cukup untuk mencegah tambahnya berat badan yang bisa menimbulkan resiko kanker. Olah raga dapat menyeimbangkan antara kalori yang dikonsumsi dengan kalori yang terbakar didalam tubuh.

Sehingga dapat meningkatkan pertahanan pertahanan tubuh. Ini artinya, kita juga harus menjaga pola makan yang dikonsumsi. Karena kalori yang berlebih akan tersimpan sebagai lemak didalam tubuh. Kalori yang seimbang dapat mengurangi resiko diri kita dari penyakit kanker.

7. Banyak makan karbohidrat bisa menyehatkan badan.

Mitos ini mungkin benar, menurut Integrative Medicine Center, karbohidrat yang disarankan adalah karbohidrat seperti gandum, nasi merah, beras, ubi jalar, jagung atau kacang-kacangan sangat baik bagi kesehatan.

Namun, ada beberapa jenis makanan yang berkarbohidrat yang harus dibatasi konsumsinya, yaitu seperti roti tawar dan permen. Dan dalam mengkonsumsinya pun harus ada batasannya. Jika anda makan satu piring, maka jumlah karbohidratnya tidak boleh lebih dari seperempat piring. Demikian yang di ungkapkan oleh Maxon.

Integrative Medicine Center didukung oleh para ahli medis, para pakar laboratorium juga ikut berpartisipasi didalamnya. Sehingga apapun yang di keluarkan dari IMC pasti itu berdasarkan dari sebuah penelitian panjang dan detail.


☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar