Home » peluang usaha » Mengidentifikasi Peluang Usaha Dalam Mencapai Kesuksesan
mengidentifikasi peluang usaha

Mengidentifikasi Peluang Usaha Dalam Mencapai Kesuksesan

Mengidentifikasi Peluang Usaha. Salah satu langkah penting demi tercapainya sebuah kesuksesan adalah pemilihan jenis usaha yang tepat. Dan kali ini kita akan membahas tentang cara mengidentifikasi peluang usaha yang tepat bagi diri kita. Sehingga, apapun usaha yang kita lakukan nanti akan berbuah manis yaitu kesuksesan.

7 Cara Mengidentifikasi Peluang Usaha

Jika kita ingin mengambil sebuah peluang usaha, kita harus benar-benar memperhitungkan antara minat diri dengan peluang yang tersedia. Sebab, jika kita salah dalam mengidentifikasi peluang usaha, maka bisa jadi kita akan setengah-setengah dalam menjalankan usaha tersebut. Langkah yang dapat kita ambil agar tidak salah identifikasi peluang usaha adalah :

1. Fokus pada produk utama.

Meneliti kembali sebuah produk ataupun servis yang akan kita jalankan adalah menjadi wajib hukumnya. Kita dapat membayangkan bagaimana jika kita memilih produk tersebut. Sebagai contoh, kita akan memanfaatkan peluang usaha pabrik tahu. Kita harus meneliti kembali antara kebutuhan masyarakat dengan tingkat persaingan yang ada di pasaran. Kita dapat membayangkan, bagaimana kalau kita sudah berhasil membuat tahu dalam jumlah besar, apakah kita mampu memasarkannya dan merubahnya menjadi pundi-pundi uang.

Jika antara kemampuan dan peluang yang ada sama-sama saling mendukung, maka kita bisa mengambil peluang tersebut. Namun jika antara kemampuan dan peluang yang ada tidak saling mendukung, mungkin kita perlu memperhitungkan peluang-peluang yang lainnya.

2. Menanggapi Respon Masyarakat.

Mempelajari minat masyarakat adalah penting dalam mengidentifikasi peluang usaha. Jika kita ingin melakukannya, kita dapat membuat sebuah survey. Seperti halnya sebuah usaha bakso. Sebelum kita memulai usaha bakso, kita bisa saja membuat bakso di rumah. Lalu kita berikan kepada para tetangga. Setelah itu, kita tinggal menunggu respon dari semua tetangga. Jika kita mendapat respon positif, ini artinya kita memang sudah siap untuk menjalankan usaha. Namun jika respon dari masyarakat negatif, ini artinya masih ada yang salah pada diri kita dan kita harus segera memperbaikinya atau beralih ke peluang usaha yang lainnya.

mengidentifikasi peluang usaha

3. Mempertimbangkan setiap dukungan yang ada

Dalam hal mengidentifikasi peluang usaha bukan sekedar apa yang akan kita jadikan usaha, kita harus mempelajari support atau dukungan terhadap usaha yang kita lakukan pula. Bermulai dari lingkungan paling dekat yaitu keluarga. Kita harus mempertimbangkan apakah keluarga ikut mendukung sebuah usaha yang akan kita pilih nantinya.

Jika kita telah memilih sebuah jenis usaha, namun keluarga tidak mendukung ini bisa menjadikan sebuah halangan yang besar nantinya. Hal positifnya adalah jika kita sukses dari jenis usaha yang kita lakukan, tapi hal negatifnya adalah jika kita gagal maka keluarga akan langsung menyalahkan kita. Karena dari awal keluarga tidak mendukung jenis usaha yang kita pilih.

Seperti apapun usaha yang akan kita pilih nanti, kita harus memperhitungkan dukungan dari berbagai pihak. Entah itu keluarga, lingkungan sekitar, bahkan support dan dukungan dari berbagai vendor termasuk iklan dan distributor lainnya.

4. Membandingkan antara kemampuan dan jenis usaha

Sebut saja anda ingin memulai sebuah usaha toko komputer, paling tidak anda harus mengetahui seluk beluk tentang komputer. Atau contoh lainnya, anda ingin memanfaatkan peluang usaha gado-gado, paling tidak anda harus bisa membuat gado-gado yang enak. Inilah langkah yang kami maksud. Jika kita ingin mengidentifikasi peluang usaha, maka kita harus memperhitungkan antara kemampuan yang kita miliki dengan jenis usaha yang akan kita pilih. Jika tidak cocok atau tidak singkron lebih baik kita kesampingkan dahulu.

5. Pemasaran

Salah satu hal yang tidak boleh kita lewatkan dalam mengidentifikasi peluang usaha adalah tingkat pemasaran. Bagaimana cara kita memperkenalkan usaha yang kita jalankan nantinya. Bagaimana caranya agar banyak orang yang tau tentang usaha yang kita tekuni. Maka strategi pemasaran harus kita lakukan.

Dalam mempertimbangkan jenis usaha yang akan kita jalankan kita bisa mempelajari tingkat kesulitan dalam hal pemasaran tersebut. Sebut saja kita memilih usaha berjualan bakso dipinggir jalan. Dimana sudah ada kompetitor yang lebih senior di wilayah tersebut. Kita harus memikirkan bagaimana agar usaha bakso yang akan kita jalankan bisa dikenal orang lain dan mampu bersaing dengan pedagang bakso yang sudah ada.

Seberapa mahal uang yang kita butuhkan saat melakukan promosi menjadi salah satu pertimbangan. Pemberian bakso gratis di hari pertama atau minggu pertama adalah salah satu strategi pemasaran yang harus kita hitung biayanya. Jika kita tidak memiliki strategi pemasaran maka kita harus memperhitungkan kembali apakah kita akan memulai usaha atau tidak.

6. Mempersiapkan rencana jangka pendek dan jangka panjang.

Dalam memulai sebuah usaha kita harus memperhitungkan periode usaha yang akan kita jalankan. Misal, kita hanya ingin menjalankan sebuah usaha sementara atau permanen. Karena tidak semua orang menetapkan usaha mereka sebagai usaha permanen.

Usaha-usaha musiman, atau usaha mendesak lainnya biasanya hanya dilakukan sementara saja. Misal, seseorang sedang terlilit hutang, dan beliau sedang menganggur, maka ia berjualan es dan jajanan ringan di depan rumah dengan tujuan sekedar untuk makan sehari-hari. Beliau berniat jika sudah mendapat pekerjaan akan berhenti berjualan.

Memiliki rencana jangka pendek atau jangka panjang akan mempengaruhi dalam mengidentifikasi sebuah peluang usaha. Disaat kita sedang memilih sebuah usaha, kita harus memperhitungkan apakah tahun depan usaha tersebut masih bisa berjalan. Tidak hanya tahun depan, tapi dua tahun kedepan, tiga tahun, dan seterusnya. Tentu saja hal ini kana mempengaruhi diri kita dalam mengambil keputusan dalam menentukan jenis usaha yang akan kita pilih nantinya.

7. Jika kita gagal.

Mengidentifikasi peluang usaha bukan sekedar usaha apa yang akan kita jalankan. Jauh dari hal tersebut, kita harus memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Dalam point 7 ini, bukan berarti kita selalu memikirkan sebuah kegagalan, melainkan sebuah langkah antisipasi jika hal yang buruk terjadi.

Seorang Wirausahawan Sejati tidak boleh takut gagal. Tapi seorang Wirausahawan Sejati juga harus tau langkah apa yang akan dilakukan jika gagal. Kita tidak boleh membabi buta dalam menjalankan sebuah usaha. Mengandalkan spekulasi untung-untungan saja. Karena itulah perencanaan yang matang harus kita persiapkan dengan sungguh-sungguh.

Boleh dibilang semua pengusaha sukses pasti pernah mengalami kegagalan. Tapi mereka memiliki langkah jitu dalam menghadapi kegagalan tersebut. Karena itulah, memikirkan langkah yang akan kita ambil saat gagal sangat berkaitan dalam proses mengidentifikasi peluang usaha.

Semoga apapun usaha yang kita lakukan nanti bisa mendatangkan kesuksesan bagi kita semua. Jangan takut gagal, tapi kita harus tau langkah apa yang akan kita lakukan jika nanti kita gagal.

☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar