Home » motivasi » Mengagumi Tanpa Memiliki

cinta

Mengagumi Tanpa Memiliki

Sangat menyakitkan memang saat kita mengagumi seseorang tanpa bisa memiliki inilah yang biasa disebut dengan istilah mengagumi tanpa memiliki. Allah memberikan kita mata untuk melihat. Allah menciptakan keindahan untuk kita kagumi. Namun ada kalanya keindahan yang kita rasakan justru menjadi rasa sakit yang teramat mendalam. Khususnya adalah saat kita mengagumi seseorang dan kita seakan mustahil untuk bisa memilikinya.

Membicarakan masalah percintaan memang nggak akan pernah ada habisnya. Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Sudah sewajarnya jika kita melihat lawan jenis yang begitu mempesona, lalu kita mengaguminya hingga pada akhirnya mempunyai rasa untuk bisa memilikinya. Ini artinya kita masih normal. Masih mempunyai ketertarikan terhadap lawan jenis. Tapi apapun itu semuanya ada aturan mainnya. Jika di dalam dunia islam, kita harus mengikuti syariat dan hukum-hukum yang berlaku didalamnya.

Alasan-alasan mengapa kita mengagumi seseorang tapi seakan-akan kita tidak akan mungkin bisa memiliki

cinta

Mengagumi Istri/Suami orang lain

Mengagumi seseorang ini bukanlah sebuah kesalahan. Demikian pula saat kita mengagumi seseorang yang mana ia adalah istri/suami orang lain. Bisa jadi dia adalah istri/suami teman sendiri, tetangga, atau bisa juga ia adalah orang yang baru saja kita kenal.

Jika Anda adalah Seorang Laki-Laki

Jika anda adalah seorang laki-laki yang sedang mengagumi istri orang lain, maka anda harus segera mengambil sikap tegas. Atau misalnya, anda mengagumi seseorang hingga timbul rasa cinta dan ingin memiliki, dan pada akhirnya anda tau bahwa dia istri orang, pasti juga sangat menyakitkan. Dalam situasi ini, bagi seorang laki-laki entah masih lajang atau sudah berkeluarga, kita harus segera menghapus semua keinginan yang ada di dalam diri kita. Karena sangat berdosa jika kita mencintai seseorang yang sudah menjadi istri sah orang lain. Apalagi dia adalah istri dari saudara kita yang seiman. Tentu saja ini sangat tidak diperbolehkan. Jangan sampai kita timbul niat untuk merebut dia dari suami sahnya. Ini jelas sangat tidak diperkenankan dalam ajaran islam. Maka mau tidak mau, kita harus menghapus semua rasa yang ada. Kita mengagumi boleh-boleh saja, tapi jangan pernah ada niat untuk merebut atau berniat untuk memiliki seorang wanita yang telah menjadi istri dari saudara seiman.

Berbeda halnya jika kamu adalah seorang laki-laki yang sudah beristri, lalu tertarik dengan seorang wanita yang masih lajang. Maka jika ia berkenan dan istrimu memperbolehkan. Maka sah-sah saja kalian menikah. Tapi, jika kamu seorang laki-laki yang sedang jatuh cinta kepada seorang wanita yang sudah bersuami. Maka jangan terbuai oleh nafsu. Karena Allah tak menyukainya. Apalagi hingga terjadi perselingkuhan, maka murka Allah sudah pasti sangat menyakitkan.

Jika anda adalah seorang Wanita

Bagi seorang perempuan, terkadang ada kalanya kita mengagumi suami orang lain. Dan kisah seperti ini akan sangat terasa rumit dan memilukan. Namun saat perempuan mengagumi suami orang lain, dalam bersikap ditentukan status perempuan itu sendiri. Wanita tersebut sudah menikah atau belum. Karena solusinya akan sangat berbeda. Mari kita bahas satu persatu.

  1. Jika wanita itu sudah memiliki suami.

    Seorang wanita yang sudah bersuami, lalu ia mengagumi suami orang lain, sebenarnya sangat manusiawi. Karena perasaan itu timbul tanpa kita sadari. Tapi setelah kita sadar bahwa kita telah mengagumi suami orang lain, dimana kita telah berumah tangga, hingga muncul niat untuk bisa memiliki, maka hal itu tidaklah diperkenankan. Bagi seorang perempuan yang sudah memiliki suami lalu tertarik terhadap suami orang lain maka harus segera menghapus seluruh niat dan keinginan yang ada. Mungkin salah satu hal yang memicu adalah adanya kekurangan di suami yang sudah kita miliki. Dan bagi seorang istri kewajiban kita adalah berbakti terhadap suami apapun keadaannya, apapun kekurangannya. Selama suami sah kita tidak mengajak kita ke arah kemunkaran. Seperti mengajak kita ke arah kemusrikan, kekafiran, dan kemunkaran lainnya, maka kita harus tetap setia terhadap suami yang telah kita miliki. Dan tentu saja kita harus membuang jauh-jauh keinginan untuk bisa memiliki lelaki lain yang telah kita kagumi tadi.

    Namun hal ini akan berbeda lagi jika anda mengagumi seseorang hingga tidak bisa mempertahankan rumah tangga, lalu kamu memilih untuk bercerai. Hal ini sangat tidak disarankan oleh siapapun. Selama suami tidak keluar dari hukum syariat islam, maka seorang istri sangat tidak disarankan meminta cerai kepada sang suami. Dalam kondisi apapun. Karena meskipun diperkenankan, tapi pada dasarnya, bercerai adalah salah satu perbuatan yang sangat dibenci Allah.

  2. Jika kamu adalah wanita yang masih lajang/sendiri bisa juga seorang janda

    Mengagumi suami/pasangan orang lain bisa saja menghampiri seorang wanita yang masih lajang/single. Hal ini berlaku juga bagi seorang janda. Tapi yang kita bahas kali ini adalah bagaimana menyikapi situasi seperti ini dari sudut pandang Islam.

    Bagi seorang wanita single yang sedang mengagumi suami orang lain, secara hukum islam hal ini masih diperkenankan. Tentu saja dengan catatan-catatan khusus. Rasa cinta terkadang muncul begitu saja tanpa kita bisa menghindarinya. Sedangkan rasa cinta muncul setelah kita mengagumi seseorang. Dan disaat anda telah sadar bahwa kamu sedang jatuh cinta kepada seseorang yang sudah beristri, ini bukanlah sebuah dosa sekalipun kamu telah memiliki rasa ingin memiliki lelaki tersebut. Tentu saja sekali lagi, semua ada aturan mainnya. Tetapi secara garis besar, hal ini diperbolehkan.

    Hal yang biasa di ambil sebagai solusi dalam situasi seperti ini adalah dengan cara mengubur dalam-dalam semua rasa yang ada. Dan salah satu hal yang paling bisa digunakan untuk melawan rasa yang ada yaitu “Harga Diri”. Rasa gengsi dan harga diri bisa kita manfaatkan bagi kita yang masih lajang dan sedang tertarik kepada lelaki atau suami orang lain. “Saya masih lajang, sorry dong kalo sampe rebut suami orang”. Mungkin kalimat seperti ini bisa saja kita jadikan sebagai penyemangat untuk membuang jauh-jauh rasa yang ada.

    Namun ada kalanya juga dimana kita sudah berusaha sekuat tenaga, tapi anugrah cinta masih tetap melekat didalam sanubari. Dan semakin kita paksa untuk melupakan maka semakin besar dan semakin sakit yang kita rasakan. Bagi seorang wanita yang sedang mengagumi atau bahkan mencintai seorang laki-laki, yang mana laki-laki tersebut sudah beristri, secara hukum masih diperbolehkan. Jika memang keadaannya sudah demikian, maka pastikan apakah lelaki tersebut juga tertarik sama kamu. Toh akan sia-sia juga jikalau kamu sudah mati-matian dalam mencintai suami orang, tapi lelaki tersebut nggak tertarik sama sekali sama kamu. Lebih baik lupakan saja. Namun jika lelaki tersebut juga memiliki ketertarikan yang sama, maka jangan pernah meminta kepada lelaki tadi untuk menceraikan istrinya. Ini sangat berdosa. Cara yang paling diperkenankan adalah kamu harus merelakan untuk menjadi istri yang kedua. Merelakan berbagi cinta dengan istri pertamanya. Dan yang lebih tepat lagi adalah dengan cara meminta pendapat istri sahnya. Jika istri pertama merelakan dan dengan ikhlash menerima kehadiranmu didalam rumah tangganya, maka urusan selesai. Kalian tinggal menikah dan tinggal bersama. Namun jika istri tersebut keberatan untuk menerima kamu hadir dalam rumah tangganya, maka kamu harus menerima segala konsekuensi yang ada. Meninggalkan lelaki tersebut adalah salah satu yang kami rekomendasikan. Karena jangan sampai kita menjadi perusak rumah tangga orang lain. Jangan sampai gara-gara kita, maka sepasang suami istri sampai bercerai.

    Jangan lupa juga untuk menyarankan kepada lelaki tersebut untuk tetap menjaga istri yang sudah dinikahinya. Jangan sampai gara-gara kamu lalu suami tersebut punya niat untuk bercerai. Saat kita sudah masuk di titik ikhlash, maka akan dibukakan kemudahan-kemudahan yang lainnya. Bisa saja setelah kita ikhlash, akhirnya istrinya dibukakan pintu rahmat dari Allah sehingga bisa menerima kehadiran kamu. Atau bisa juga jika memang itu tidak baik, kamu akan mudah melupakan lelaki tersebut dan akan segera dipertemukan dengan lelaki yang lebih baik buatmu. Selama kita berpegang teguh pada Allah, apapun yang terjadi pada diri kita, kita akan tetap bahagia menjalani itu semua.

Terinspirasi dari – True Story of *****
BERSAMBUNG


☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar