Home » bisnis » Manajemen Dalam Agribisnis

manajemen, agribisnis, manajemen dalam agribisnis,

Manajemen Dalam Agribisnis

Sebelum seseorang ingin terjun dalam dunia agribisnis, maka orang tersebut harus memahami konsep-konsep manajemen dalam agribisnis. Konsep yang dimaksud meliputi berbagai hal. Baik itu pengertian agribisnis itu sendiri, fungsi manajemen agribisnis, tingkatan manajemen yang ada didalam agribisnis, serta prinsip-prinsip manajemen yang lain.

Selain harus memahami tentang apa itu agribisnis, serta ilmu manajemen agribisnis. Seseorang yang ingin terjun ke dunia agribisnis harus memahami ilmu yang terkait dengan agribisnis. Yaitu ilmu pertanian dan ilmu pengambilan keputusan.

Pentingnya Manajemen dan Manajer

Faktor yang paling menentukan dalam sebuah keberhasilan agribisnis agalah manajemen yang efektif. Begitu pula kebalikannya, manajemen yang kurang efektif dapat menyebabkan sebuah kegagalan. Karena itulah, dalam manajemen ita memerlukan seorang manajer dimana ia yang akan menentukan efektif atau tidaknya sebuah manajemen yang diterapkan.

Berhasil atau tidaknya agribisnis yang dijalankan bergantung pada efektif tidaknya pemanfaatan sumberdaya organisasi oleh manajer. Manajer harus bisa memimpin agar tercapai tujuan yang ingin dicapai. Seorang manajer haruslah orang yang ahli dalam pekerjaannya. Selain harus menguasai pekerjaan, seorang manajer harus memiliki keahlian dalam membawahi orang-orang yang bekerja di dalamnya. Keahlian ini bisa saja di pelajari, dan selebihnya merupakan bakat individu yang terbentuk sedari kecil.

Perlu diperhatikan, bahwa kurang berhasilnya seorang manajer dalam menjalankan tugas biasanya terjadi karena dua faktor umum. Yang pertama, kurang memiliki keahlian dalam bidang pekerjaannya. Dan yang kedua, kurang bisa memahami bawahan yang dipimpinnya. Bagi seorang manajer, mengenal bawahan sama pentingnya dengan mengenal pekerjaan. Karena dalam sistem kita tidak bisa bekerja sendiri. Team Work harus solid. Dan figur seorang manajer menentukan keberhasilan yang ingin dicapai.

Selain yang kami paparkan diatas, diluar dari individu manajer itu sendiri, teknis keseluruhan memang harus dipersiapkan secara matang. Khususnya manajemen dalam agribisnis, seorang manajer harus memiliki perencanaan yang matang. Manajer juga harus menguasai pengorganisasian dalam usaha yang dijalankan. Manajer harus mampu mengarahkan bawahan, serta melakukan koordinasi dan pengawasan. Jadi, seorang manajer sangatlah penting dalam pencapaian keberhasilan yang diharapkan.

manajemen, manajemen agribisnis, agribisnis, manajemen dalam agribisnis

Pengertian Manajemen

Manajemen adalah suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan diselenggarakan dan diawasi. Demikian yang tercantum dalam Encyclopedia of the Social Science.

George R. Terry menyatakan bahwa manajemen adalah sebuah proses yang khas, terdiri dari kegiatan perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan dan pengawasan yang dilaksanakan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditetapkan dengan bantuan manusia dan sumbe daya lainnya.

Jika bersumber dari berbagai redaksi, seperti yang diungkapkan oleh Mary Parker Follet tentang batasan seni dalam manajemen, atau yang diungkapkan oleh James A.F. Stoner yang mengemukakan bahwa manajemen adalah proses perencanaan dan lain sebagainya dalam mencapai hasil. Maka dapat kita simpulkan bahwa manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengawasan atas sumber daya, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam manajemen :

  1. Tujuan yang hendak dicapai.
  2. Orang-orang yang dibutuhkan dalam mewujudkan tujuan yang ingin dicapai.
  3. Bimbingan dan pengawasan terhadap kegiatan yang berjalan.

Secara pelaksanaan, terdapat lima proses yang harus diterapkan :

  1. Perencanaan.
  2. Pengorganisasian.
  3. Pengarahan.
  4. Pengkoordinasian.
  5. Pengawasan.

Kelima fungsi diatas merupakan kunci sebuah keberhasilan yang ingin diwujudkan. Sehingga begitu pentingnya sebuah manajemen, khususnya manajemen dalam agribisnis, jika satu fungsi saja tidak berjalan, maka keberhasilan yang diharapkan bisa kandas ditengah jalan.

Fungsi-Fungsi Manajemen

Segala upaya pasti akan dilakukan untuk mencapai sebuah keberhasilan. Entah itu berhasil dalam bertahan hidup. Atau berhasil dalam pekerjaan. Banyak sekali upaya yang akan dilakukan demi mencapai tujuan tersebut. Demikian pula dengan sebuah perusahaan, mereka akan mempersiapkan segala sesuatunya sedemikian rupa demi mencapai target kesuksesan. Dimulai dari merencanakan hingga menyusun sistem manajemen secara efektif dan efisien. Dan seluruh kegiatan yang mengatur proses dalam sebuah perusahaan dikenal sebagai fungsi manajemen.

Fungsi-fungsi manajemen sendiri terdiri dari :

  1. Perencanaan
  2. Pengorganisasian
  3. Pengarahan
  4. Pengkoordinasian
  5. Pengawasan

Mekenisme kerja dari fungsi manajemen dalam jangka panjang biasanya berjalan secara kronologis dimulai dari perencanaan hingga pengawasan. Perencanaan menentukan kemana sebuah perusahaan akan dibawa. Dari proses perencanaan ini kita akan menentukan tujuan dari perusahaan tersebut. Dengan matangnya perencanaan, maka setengah keberhasilan sudah tercapai.

Masuk ke proses pengorganisasian, setelah kita melakukan perencanaan yang matang dan baik. Kita akan melakukan tahap awal dari perencanaan yang telah kita buat sebelumnya. Kita masuk fase pengorganisasian dimana kita akan menentukan struktur, menentukan jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan, memilih, menempatkan, dan melatih karyawan, merumuskan garis kegiatan, dan membentuk sejumlah hubungan didalam organisasi lalu membentuk staf didalamnya.

Maksud dan tujuan pengarahan dalam fungsi manajemen adalah usaha untuk memimpin, mengawasi, memotivasi, mendelegasikan, dan menilai mereka yang dipimpin. Fungsi pengarahan dapat juga diartikan secara lebih luas, yaitu sebagai tugas untuk membuat organisasi tetap hidup, untuk menciptakan kondisi yang menumbuhkan minat kerja, kekuatan untuk bertindak, pemikiran yang imajinatif dan kelompok kerja yang berkelanjutan.

Yang dimaksud dengan pengkoordinasian dalam fungsi manajemen itu sendiri adalah daya upaya untuk mensinkronkan dan menyatukan tindakan-tindakan sekelompok manusia. Manajer sebagai koordinator dalam manajemen sangat menentukan kelancaran dalam sebuah perusahaan. Khususnya manajemen dalam agribisnis. Sifat pengkoorninasian lebih cenderung mengikat kepada manusia atau karyawan. Dimana seluruh struktur ketenaga kerjaan yang ada harus dapat bekerja sama saling topang menopang demi keberhasilan sebuah perusahaan. Tanpa koordinasi yang baik, perusahaan akan berjalan pincang.

Sedangkan maksud dari pengawasan dalam fungsi manajemen adalah suatu kegiatan yang mendeterminasi apapun yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang ada dalam suatu kegiatan dengan tujuan mengetahui kemungkinan terjadinya hambatan dan penyimpangan, sekaligus mengadakan koreksi untuk memperlancar tercapainya tujuan.

Bidang-Bidang Manajemen dalam Agribisnis

Manajemen sendiri terdiri dari bergagai bidang. Dan seluruh bidang yang ada saling menguatkan ataupun menopang satu sama lainnya. Dalam agribisnis maupun dalam sistem manajemen yang lainnya, tidak akan terlepas dari 5 bidang manajemen. Kelima bidang manajemen tersebut diantaranya adalah :

  1. Manajemen Produksi.
  2. Manajemen Pemasaran.
  3. Manajemen Keuangan.
  4. Manajemen Personalia.
  5. Manajemen Administrasi/Akuntansi.

Manajemen Produksi mempersiapkan dan mengatur seluruh kegiatan di dalam menghasilkan sebuah produk. Dimana bidang tersebut menyusun sedemikian rupa untuk mencapai tujuan yaitu menghasilkan produk yang baik. Sedangkan Manajemen pemasaran bersifat external. Artinya, setelah memiliki sebuah produk, maka kita harus merumuskan sebuah konsep agar produk yang telah kita sediakan dapat laku di pasaran.

Pada proses tersebut, kita akan terfokus pada bagaimana perusahaan mendapatkan pemasukan. Manajemen Keuangan, seluruh kegiatan yang mengatur keluar dan masuknya uang dalam sebuah perusahaan. Keuangan yang terpantau akan mengurangi resiko kebocoran pada anggaran dalam sebuah perusahaan.

Demikian pula pada bidang manajemen Personalia, dimana kita harus senantiasa memantau seluruh tenaga kerja yang ada di dalam perusahaan. Pemilihan karyawan, serta pengambilan keputusan antara mempertahankan atau memutuskan hubungan dengan karyawan sangatlah penting demi kelancaran proses dalam sebuah perusahaan. Dan pada bagian final, Bidang manajemen Administrasi/Akuntasi akan mencatat seluruh kegiatan yang berjalan dalam sebuah perusahaan. Dengan administrasi yang baik, maka sebuah perusahaan akan terlihat berkembang atau justru terpuruk.

Administrasi masuk dalam hal yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Karena, jika sebuah perusahaan memiliki administrasi yang buruk, maka seluruh kegiatan yang ada di dalam perusahaan tersebut bisa dipastikan sangatlah buruk.


☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar