Home » bisnis » Manajemen Agribisnis

manajemen agribisnis

Manajemen Agribisnis

Belakangan ini, kegiatan Agribisnis (Agribusiness) dan Manajemen didalamnya telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Sehingga, kini kian banyak lagi orang-orang yang tertarik dengan kegiatan di bidang Bisnis Pertanian ini. Agribisnis sendiri tidak hanya menarik dari golongan orang-orang yang bergelut dalam bidang pertanian, bahkan banyak pula yang berminat sekalipun mereka orang-orang nonpertanian (Bukan petani).

Meningkatnya minat orang-orang kedalam manajemen agrobisnis bukan tanpa alasan. Hal ini tentunya di dukung oleh berbagai alasan. Seperti berkembangnya perekonomian Indonesia yang dulu dari sektor Primer sekarang lebih terfokus pada sektor sekunder dalam hal ini industri. Namun hal ini memiliki dampak positif. Dengan adanya perkembangan dari sektor industri yang di dukung oleh Pemerintah, tentu saja ini sangat mendukung bisnis yang bergerak pada sektor pertanian.

Kami akan membahas beberapa hal tentang manajemen agribisnis yang akan kita cakup dalam pembahasan :

  • Kegiatan usaha di bidang pertanian.
  • Pengertian Pertanian, Usahatani, dan Agribisnis.
  • Manajemen Agribisnis.

KEGIATAN USAHA DI BIDANG PERTANIAN

Bahan makanan, sandang, dan papan merupakan kebutuhan pokok setiap manusia. Dan setiap kebutuhan tersebut harus melalui sebuah proses yang tidak datang secara tiba-tiba. Seperti halnya makanan, kita harus menanam terlebih dahulu. Demikian pula dengan sandang dan papan, diperlukan usaha-usaha industri untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Setiap perekonomian selalu di pengaruhi oleh sektor pertanian. Namun, semakin sedikit minat seseorang untuk bertani. Sedangkan sektor pertanian sangatlah penting bagi kelangsungan perekonomian sebuah bangsa. Dan tentunya bagi generasi muda, kita perlu memikirkan kelangsungan sektor pertanian tersebut.

PENGERTIAN PERTANIAN, USAHA TANI, DAN AGRIBISNIS

I. Pengertian Pertanian

Pada umumnya pertanian dibagi ke dalam pembagian yang cukup luas. Dan hal ini terkadang membuat kita menjadi bingung dalam pembagiannya. Dan pembagian pertanian dalam arti luas tersebut adalah :
  • Pertanian Rakyat
  • Perkebunan
  • Kehutanan
  • Peternakan
  • Perikanan 

Pengertian yang luas tersebut tentu menimbulkan banyak perbedaan sudut pandang. Sehingga ada dua pengkategorian didalam bidang pertanian yaitu :

  • Pertanian Rakyat
  • Perusahaan Pertanian.

Ditinjau dari segi ekonomi, Pertanian Rakyat sebagai pertanian keluarga (Pertanian subsisten atau sengah subsisten), sedangkan perusahaan pertanian adalah perusahaan pertanian yang diusahakan sepenuhnya secara komersial. Adapun pembahasan yang lebih lanjut tentang apa itu Pertanian Rakyat dan Apa itu Perusahaan Pertanian, akan kita bahas sebagai berikut.

A. Pertanian Rakyat

Pertanian Rakyat adalah usaha pertanian keluarga dimana produksi bahan makanan utama seperti padi, palawija dan tanaman hortikultura yaitu sayur dan buah-buahan. Pertanian Rakyat pada umumnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam keluarga. Pertanian Rakyat di olah di pekarangan, di sawah, maupun di ladang. Dan usaha Pertanian Rakyat selain dari produk-produk pertanian, juga meliputi hasil peternakan, perikanan, dan bisa jadi di dalamnya adalah produk hutan.

B. Perusahaan Pertanian

Perusahaan Pertanian merupakan kebalikan dari Pertanian Rakyat yaitu Perusahaan Pertanian yang memproduksi hasil tertentu dengan sistem pertanian seragam dibawah sistem manajemen yang terpusat (Centralized) dengan menggunakan berbagai metode ilmiah dan teknik pengolahan yang efisien, untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya.

manajemen agribisnis, agribisnis, agribisnis produksi, manajemen agribisnis produksi,

II. Pengertian Usaha Tani

Usaha Tani adalah organisasi dari alam (lahan), tenaga kerja, dan modal yang ditujukan kepada produksi di lapangan pertanian. Organisasi tersebut dalam pelaksanaannya berdiri sendiri dan sengaja diusahakanoleh seseorang atau sekelompok orang sebagai pengelolanya.

Perbedaan Usaha Tani dan Perkebunan :

  1. Usaha Tani memiliki lahan yang relatif sempit sedangkan Perkebunan memiliki lahan yang luas.
  2. Status lahan dari usaha tani selain milik sendiri, rata-rata adalah sewa ataupun sakap (garapan). Sedangkan Perkebunan merupakan Hak Guna Usaha (HGU), dan biasanya adalah milik swasta.
  3. Usaha Tani pengelolaannya cukup sederhana. Sedangkan Perkebunan memiliki sistem pengelolaan yang kompleks.
  4. Usaha Tani pada umumnya memiliki tenaga kerja para petani ataupun cakupan keluarga. Sedangkan Perkebunan memiliki tenaga kerja yang dibayar (Diupah).
  5. Jenis tanaman dari Usaha Tani relatif campuran atau monokultur pangan. Sedangkan Perkebunan memiliki jenis tanaman yang merupakan tanaman perdagangan monokultur.
  6. Teknik budidaya dari usaha tani pada umumnya cukup sederhana. Sedangkan Perkebunan memiliki teknik budidaya yang mengikuti perkembangan teknologi.
  7. Permodalan usaha tani bersumber dari padat karya, dan Perkebunan merupakan campuran dari Padat Modal dan Padat Karya.
  8. Usaha Tani memiliki orientasi subsisten, semi komersial, dan komersil. Sedangkan Perkebunan memiliki satu orientasi yaitu Komersil.

Sedangkan dibawah ini adalah perbedaan antara Usaha Tani dan Industri Pertanian.

  1. Usaha Tani memiliki tenaga kerja Biologis. Baik itu manusia maupun binatang ternak. Sedangkan Industri memiliki tenaga kerja yang berupa mesin (mekanis).
  2. Proses Produksi Usaha Tani di alam terbuka dan bersifat lama. Sedangkan Industri Pertanian pada umumnya di dalam ruangan dan memakan waktu yang relatif cepat.
  3. Pengelolaan Usaha Tani cukup sederhana, sedangkan Industru sudah Modern.
  4. Usaha Tani dalam mengambil keputusan cukup cepat dan tepat. Sedangkan Industri Pertanian dalam mengambil sebuah keputusan cenderung lama dan membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Sebelum kita membahas tentang Manajemen Agribisnis, kita akan mencoba untuk lebih memahami lagi tentang Agribisnis itu sendiri. Dibawah ini kita akan membahas pengertian Agribisnis baik itu definisi, sistem pengelolaan, dan hubungan antara Agribisnis dengan Usaha tani, Lembaga tani, dan Tata Niaga Didalamnya.

III. Pengertian Agribisnis

agribisnis, manajemen agribisnis, pertanian

Dalam ilmu Manajemen Agribisnis, tentu kita harus memahami terlebih dahulu apa itu Agribisnis. Pada umumnya, kata agribisnis yang kita ketahui selama ini tidak memuat pengertian tentang Agribisnis itu sendiri. Banyak sekali definisi tentang agribisnis yang berkembang selama ini. Dibawah ini kami mencantumkan beberapa sudut pandang tentang agribisnis, yang memuat dari awal pengertian tentang agribisnis hingga tersimpulnya tentang agribisnis yang sebenarnya.

  1. Definisi pertama, Agribisnya yang dimaksud hanya menyinggung sektor income atu masukan. Jadi, definisi agribisnis yang pertama bersifat sempit dan tradisional yang menunjuk pada para produsen dan pembuat bahan untuk produksi pertanian. Sehingga sering sekali agribisnis yang dimaksud merupakan penyalur bahan kimia, pupuk buatan, mesin pertanian, pembuat benih, dan makanan ternak serta kredit pertanian dan lembaga keuangan lain yang melayani sektor produksi.
  2. Definisi yang kedua dari agribisnis itu sendiri adalah perdagangan atau pemasaran hasil pertanian.
  3. Yang ketiga, agribisnis diartikan sebagai seluruh kegiatan yang mencakup semua kegiatan mulai dari pengadaan sarana produksi pertanian sampai dengan tata niaga produksi pertanian yang dihasilkan usaha tani atau hasil olahannya.
  4. Pengertian Agribisnis yang keempat adalah suatu kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan hasil, dan pemasaran yang ada hubungannya dengan pertanial dalam arti luas. Sedangkan yang dimaksud dengan pertanian dalam arti luas adalah kegiatan usaha yang menunjang kegiatan pertanian dan kegiatan usaha yang ditunjang oleh kegiatan pertanian.
  5. Menurut Davis dan Golberg, Sonka and Hunson, Farrel dan Funk (Harling, 1995), mereka berpendapat dalam bahasa mereka bahwa Agribusiness included all operations involved in the manufacture and distribution of farm supplies, productions on the farm, the storage, processing and distribution of farm commodities made from them, trading (wholesaler, retailers), consumers to it, all non farm firms and institution serving them.

IV. Ilmu Manajemen Agribisnis

Menurut parah ahli ilmu ekonomi pertanian, agribisnis merupakan salah satu jurusan di dalam ilmu ekonomi pertanian (Harling, 1995). Namun beberapa ahli yang lain berpendapat bahwa Manajemen Agribisnis merupakan bagian dari ilmu Manajemen. Mereka berpendapat bahwa manajemen agribisnis pada dasarnya melaksanakan atau menggunakan fungsi-fungsi manajemen. (Bungaran, 1998).

Di Indonesia sendiri, manajemen agribisnis masih sangat awam. Masih sangat jarang di ketahui oleh berbagai pihak. Namun Institut Pertanian Bogor (IPB) dirintis sejak tahun 1974 melalui mata kuliah pengelolaan perusahaan pertanian, yang kemudian berubah menjadi Pengantar Agribisnis. Sedangkan menurut survey yang dilakukan para manajer perusahaan Agribisnis di Amerika, Manajemen Agribisnis merupakan ilmu yang berdiri sendiri. Bukan bagian dari ekonomi pertanian dan bukan bagian dari manajemen itu sendiri. Melainkan sebuah ilmu yang berakar pada ilmu ekonomi dan ilmu pengambilan keputusan (decision science).

Manajemen Agribisnis tidak memiliki landasan tentang ekonomi saja, atau ekonomi pertanian saja. Manajemen Agribisnis juga harus dilengkapi dengan teori tentang pengambilan keputusan. Karakteristik dari Agribisnis sangat berbeda dengan bisnis dalam sektor ekonomi yang lain. Bukan berdasarkan teori ekonomi maupun teori pengambilan keputusan. Tapi lebih tepatnya jika disebut sebagai manajerial ekonomi.

Mengingat manajemen agribisnis memiliki sifat yang unik. Dimana sifat produk yang bergantung pada musim, sifat produk yang mudah rusak, dan produksi yang berlahan sempit, melibatkan banyak petani, serta modal yang sangat terbatas. Maka sebagian besar waktu yang dimiliki oleh seorang manajer agribisnis habis digunakan untuk mengambil keputusan. Karena pengambilan keputusan yang tepat merupakan inti keberhasilan agribisnis.


☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar