Home » ilmu makrifat hakikat » Makrifat Hakikat Dalam Tasawuf Islam
makrifat, makrifat hakekat, hakikat, ilmu makrifat hakekat

Makrifat Hakikat Dalam Tasawuf Islam

Makrifat Hakikat – Pemahaman tentang Tauhid dan Akhlak Tasawuf dalam islam. Mengantar manusia dalam perjalanan kepada Allah. Saat perjalanan tercapai, terbukalah semua tabir. Tersibaknya semua hijab antara makhluk dan sang pencipta. Di bukakannya pintu-pintu keistimewaan, rahasia gaib, bermuwajahah tenggelam dalam cinta kepada Allah.

Inilah Makrifat dan hakikat. Ilmu tentang inti dari segala inti. Dimana seseorang menapaki perjalanan dalam upaya berjumpa kehadhiratul Qudsi. Berharap hanya kepada Allah, lenyapnya semua tentang makhluk. Hanya ridho Allah yang di harap. Bersama dengan kelembutan belaian Ilahi, serta Ridho dari Allah tenggelam dalam samudra makrifat hakikat.

Ilmu Makrifat Hakikat

makrifat, hakekat, makrifat hakekat, bismillah

Dalam artikel ini kita akan membahas lengkap tentang bagaimana cara kita mendalami ilmu makrifat hakikat dalam islam. Mempelajari ilmu para Wali berdasar pada kitab Al Hikam dari syech Ibnu Athoillah. Dengan berpegang teguh pada Al Qur’an dan Hadits.

Ada berbagai tahap yang harus kita kuasai dalam mencapai puncak makrifat hakikat. Dalam artikel ini akan kita bahas secara lengkap. Hingga pada akhirnya kita akan memahami apa itu makrifat dan apa itu hakikat. Namun kami perlu menghimbau, dalam mempelajari ilmu Makrifat hakikat atau Al Hikam itu sendiri harus di dampingi oleh seorang mursyid atau guru. Sebab ilmu makrifat dan hakikat merupakan ilmu tingkat tinggi. Ilmu para Wali dan para Nabi. Jika kita salah sedikit dalam memahaminya, kita dapat tergelincir dalam lembah kenistaan.

Dibawah ini akan kami bahas satu persatu tentang cara mempelajari ilmu makrifat hakikat. Ilmu mengatur jiwa, menata hati menyingkirkan segala bentuk kedunawian menuju Allah Azza Wa Jalla.

Sifat Orang Arif Dalam Makrifat hakikat

Orang yang arif senantiasa (istiqomah) berpegang teguh kepada Allah. Menggantungkan segala urusan hanya kepada Allah. Tidak pernah berkeluh kesah dari Qada dan Qodar pada dirinya. Menyaksikan kebenaran Allah dalam setiap jengkal hidup. Dalam hati mereka selalu mengingat Allah. Mereka tenggelam dalam lautan keimanan dan ketauhidan.

Mereka senantiasa takut (khauf) hanya kepada Allah dan berharap (Roja’) hanya kepada Allah pula. Menerima dengan setinggi-tingginya iman bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang di Ridhoi oleh Allah.

Menundukkan segala nafsu hingga Allah memposisikan pada Maqom khusus. Memohon hanya kepada Allah atas segala keterbatasan yang dimiliki. Sehingga Nur cahaya Allah bersinar terang di dalam hati orang-orang arif.

MaQom Tajrid dan MaQom Kasab

Maqom Kasab adalah suatu sikap atau pandangan hidup yang masih menyibukkan diri dalam kedunawian. Al Asbab yaitu ugkapan atas suatu usaha yang masih menyibukkan diri dengan sebab musabab. Seperti halnya jika tidak makan pasti mati. Jika tidak bekerja tidak bisa makan. Dalam maqom kasab, manusia masih menempatkan dunia di dalam hatinya.

Maqom Tajrid adalah sikap atau pandangan hidup yang tidak menyibukkan diri dalam keduniawian. Meninggalkan usaha-usaha guna mengejar urusan dunia.

Jika seseorang merasa tidak nyaman saat berada di MaQom Kasab dan ingin berada di MaQom Tajrid, ini merupakan nafsu halus. Dalam pandangan tasawuf, sifat seperti ini seakan akan tidak menerima atas kehendak Allah yang sendang berlaku pada dirinya saat itu. Rasa tidak nyaman inilah penyebab mengapa ingin keluar dari maQom kasab termasuk dalam syahwat atau dorongan nafsu halus.

Memahami antara keinginan dan suratan takdir

Himamu sawabiq adalah kemauan yang keras. Sebuah keinginan yang keras dengan izin Allah untuk mencapai segala yang di inginkannya. Dan dalam dunia tasawuf di sebut dengan istilah Himmah.

Dalam ilmu makrifat hakikat, seberapapun kerasnya keinginan manusia tidak akan mampu melawan kehendak Allah. Takdir Allah akan tetap berlaku pada seseorang sekalipun orang tersebut telah berusaha dengan keras. Dan seandainya keinginan itu dapat tercapai, maka semua tak lepas dari iradah dan izin Allah.

Sehingga dalam konteks pemahaman tentang makrifat hakikat, himmah atau keinginan yang keras tidak akan berpengaruh terhadap segala sesuatu. Usaha sekeras apapun tidak akan menentukan atas terwujudnya segala sesuatu. Hanya Allah pemilik segalanya. Hanya Allah yang dapat menentukan apa yang terjadi pada diri seseorang. Terwujudnya sebuah keinginan adalah anugerah yang diberikan oleh Allah. Serta tidak terwujudnya segala sesuatu yang di inginkan merupakah kehendak Allah yang sedang berlaku pada diri seseorang.

Pemahaman Bijak Ihwal Arifin dalam hal perencanaan

Pernah disampaikan oleh Sahal bin Abdillah Ra, “Tinggalkanlah ikhtiar dan memikirkan urusan dunia. Karena keduanya hanya akan memperkeruh kehidupan manusia”.

Mengutip dari ungkapan diatas, tentu akan sangat bertentangan dengan logika manusia pada umumnya. Mereka yang sibuk dengan keduniawian akan sulit menerima pernyataan diatas. Bahkan mungkin ada yang membantahnya mentah-mentah. Karena inilah, perjalanan menuju makrifat dan hakikat adalah perjalanan mencapai puncak tertinggi. Dimana akal dan logika manusia terkadang takkan mampu mencernanya. Dan mereka yang sanggup memahami serta melaksanakannya akan mendapat derajat yang tinggi di hadapan Allah ta’ala.

Allah menciptakan manusia agar menyembah kepada Allah. Bagi ahli tasawuf, mereka terfokus mengabdikan diri serta beribadah kepada Allah. Seluruh waktu dan pikiran hanya untuk Allah. Mereka tidak lagi memikirkan tentang keduniawian.

Pandangan orang-orang arif tentang perencanaan serta usaha (ikhtiar) tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap segala sesuatu yang akan terjadi dalam hidupnya. Melainkan Allah yang akan berkehendak atas takdir yang akan dilaluinya. Seseorang yang masih memandang bahwa rencana serta usaha akan menentukan segala sesuatu, maka mereka akan kecewa saat apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang diinginkannya. Sedangkan dalam ilmu tasawuf, kita tak memiliki daya dan upaya untuk menentukan segala sesuatu, melainkan Allah yang maha kuasa terhadap segala sesuatu.

Lanjut ke halaman berikutnya tentang Persoalan Rejeki serta Tuntutan Dalam Beribadah.

☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar