Home » serba serbi » Hari ibu tanggal dan sejarah dalam pandangan islam

hari ibu

Hari ibu tanggal dan sejarah dalam pandangan islam

Peringatan Hari Ibu Nasional adalah moment yang sangat baik guna mengenang betapa pentingnya perempuan khususnya seorang ibu bagi keluarga, bangsa, dan agama. Tim Wirasejati.com mengucapkan “Selamat hari Ibu” bagi ibu-ibu seluruh Indonesia. Dalam Islam’pun mengajarkan untuk menjunjung tinggi martabat perempuan, khususnya seorang Ibu.

Ketika ada yang bertanya tentang siapa yang pertama dihormati didunia, Rosulullah menjawab, Ibumu.. Ibumu.. Ibumu.. lalu Ayahmu. Demikian pentingnya menghormati seorang ibu, Rosulullah sampai menyebut nama itu hingga tiga kali.

Apa itu Hari Ibu Nasional?

Hari ibu adalah hari untuk memperingati jasa-jasa perempuan khususnya seorang Ibu. Indonesia telah menetapkan untuk mengedepankan dan menjunjung tinggi martabat seorang wanita khususnya seorang ibu. Dengan pedoman Emansipasi yang digagas oleh Raden Ajeng (RA) Kartini, Indonesia tidak menginginkan seorang ibu terpinggirkan apalagi tidak mendapatkan perhatian.

Hari Ibu Nasional Tanggal Berapa?

Hari ibu jatuh pada tanggal 22 Desember. Setiap tahun, Indonesia akan memperingati Hari Ibu Nasional. Dengan adanya hari ibu ini, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat mengenang pentingnya peranan seorang Ibu. Terlebih bagi seorang anak, maka ibu harus benar-benar dijunjung tinggi martabatnya. Harus dihormati dan tidak boleh semena-mena terhadapnya. Dapat dibaca dihalaman wikipedia tentang Sejarah Singkat Hari Ibu.

Hari ibu pertama kali ditetapkan di Amerika Serikat oleh Anna Jarvis saat ia mengenang mendiang ibunya pada tahun 1908 di Grafton, Virginia Barat. Namun pertama kali digagas pada tahun 1905. Dan pada tahun 1914 Woodrow Wilson memproklamasikan ditetapkannya hari ibu. Hingga akhirnya hampir semua negara di dunia juga mempunyai perayaan hari ibu. Dan Indonesia sendiri juga menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Perayaan Hari Ibu Nasional.

Arti seorang Ibu dalam pandangan Islam

Diawal artikel ini telah kami sampaikan betapa Rosulullah menjunjung tinggi martabat seorang ibu dimana saat ada sahabat yang bertanya Rodulullah menyebut nama Ibu hingga tiga kali. Dan rasa menghormati, menyayangi, menjunjung tinggi martabat seorang perempuan khususnya seorang ibu juga mengakar dihati para sahabat. Seperti Baginda Umar, siapa yang tidak kenal dengan kegarangannya.

Seorang pemimpin Islam yang tak pernah takut mati membela agama Allah. Selalu berperang dengan gagah berani. Siapapun lawannya pasti dihadapi tanpa ada rasa takut. Namun pernah ada sebuah peristiwa yaitu ada seorang sahabat yang datang ke rumah Umar bin Khatab. Sahabat tersebut mempunyai masalah sering ribut dengan istrinya.

Dan sesampainya di rumah Baginda Umar, ia mendengar Baginda Umar sedang dimarahi oleh istrinya, yaitu Ibu dari anak-anaknya Baginda Umar. Saat dimarahi oleh sang istri, Baginda Umar hanya diam saja. Dan sahabat yang kebetulan tau kejadian itupun pulang. Dilain waktu, sahabat itu bertanya kepada Baginda Umar mengapa seorang panglima perang yang gagah berani tak takut mati tapi hanya diam saja saat dimarahi oleh istrinya. Dan Baginda Umar menjelaskan bahwa Ia diam bukan karena takut dengan Istrinya, namun karena Ia sangat menghargai dan memahami bagaimana seorang wanita. Baginda Umar menjelaskan alasan mengapa seorang wanita khususnya seorang ibu harus dihargai.

Penjelasan dari riwayat Baginda Umar :

Kapan seorang wanita beristirahat? Dari pagi hingga malam wanita hanya beristirahat saat tidur dan menjelang tidur. Dari membuka mata memulai dengan mempersiapkan makanan, selesai itu mencuci pakaian, mengurus anak, membersihkan rumah, mengurus suami, mendidik anak, bahkan saat malam tiba dimana waktunya untuk beristirahat, wanita harus siap sedia melayani suami. Dan selalu berputar sepanjang waktu.

Jika semua pekerjaan wanita ini diserahkan kepada laki-laki, apakah mereka mampu? I don’t think so. Saya rasa tidak. Tak heran jika Baginda Umar yang gagah berani hanya diam saat dimarahi istrinya, karena melihat begitu beratnya tanggung jawab seorang Ibu Rumah Tangga. Subhanallah.


☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar