Home » motivasi » kisah inspiratif » Belajar Komputer dari Anak Kelas 5 SD

Belajar Komputer, komputer, komputer lama,
Belajar Komputer

Belajar Komputer dari Anak Kelas 5 SD

Belajar komputer tidak mengenal batas usia. Semakin tua usia seseorang tidak menjamin pengetahuannya tentang komputer semakin banyak. Dan inilah kejadian yang terbilang unik. Seorang anak SD yang mampu menekuni dunia komputer yang masih terbilang asing di kala itu. 

Awal Sejarah Belajar Komputer

Semula, Ibrahim hanya seorang anak SD yang biasa-biasa saja. Nilai di sekolah juga tidak terlalu baik meskipun sering kali meraih juara kelas. Kepribadian Ibrahim sudah nampak berbeda dari teman-teman sebayanya saat dia masih di bangku kelas 3. Hingga saat dia duduk di kelas 5, ada sebuah kejadian yang mampu merubah sejarah hidupnya.

Kala itu ada sekelompok mahasiswa yang melakukan magang atau dijaman itu disebut KKN (Kuliah Kerja Nyata). Dan di adakan sebuah kegiatan setiap sorenya, yaitu kegiatan belajar bersama. Kebetulan Ibrahim ikut dalam kategori Belajar Bersama tingkat SD dibalai Desa.

Materi yang diajarkan masih setingkat anak SD, yaitu IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Agama. Mereka yang mengajar antara lain adalah Mas Bambang, Mas Ari, Mas Jarot, Mbak Agnes, Mbak Neti, Mbak Heni, dan Mbak Ida. Mohon maaf jika ada nama yang tidak tersebutkan, karena mungkin keterbatasan ingatan narasumber.

Selayaknya anak kecil, Ibrahim masih suka bermain. Namun rasa penasaran Ibrahim sudah terlihat sejak ia masih sangat kecil. Dan kebetulan kala itu, Mas Bambang dan Mas Yayang Ari Setiawan sedang menggunakan komputer di ruangan balai Desa. Ibrahim yang kebetulan lewat hanya mampu memandang dari luar jendela. Penasaran dengan yang di lakukan oleh kedua Mahasiswa tersebut.

Tak lama kemudian, Mas Ari memanggil Ibrahim. Semula Mas Ari bertanya kepada Ibrahim kenapa tidak ikut belajar dengan yang lainnya. Tapi karena Ibrahim hanya diam saja, akhirnya Mas Ari mengajak Ibrahim untuk masuk dan bermain komputer bersama-sama. Inilah awal Ibrahim belajar komputer.

Semula materi yang didapat oleh Ibrahim adalah permainan Game Baryon dan Lotus. Game Baryon adalah Game Pesawat Under Dos. Dan Lotus adalah game balap mobil versi Under Dos juga. Beberapa menit setelah asyik bermain Game, Mas Iwan menyarankan kepada Ibrahim untuk berhenti bermain, karena waktu sudah cukup petang. Langit mulai gelap. Rombongan yang ikut belajar bersama di Balai Desa sudah beranjak untuk pulang kerumah masing-masing.

Seperti hari-hari sebelumnya, setiap pulang kerumah, rombongan yang masih tingkat SD kebawah pasti diantar oleh para Mahasiswa tersebut hingga sampai di rumah masing-masing. Tidak menggunakan mobil, dan juga tidak menggunakan motor. Melainkan dengan berjalan kaki. Jarak dari Balai Desa ke rumah Ibrahim berjarak sekitar 1 km. Dan di temani oleh langit yang mulai gelap, setelah sholat Maghrib, rombongan Mahasiswa mengantarkan Ibrahim dan kawan-kawan untuk pulang.

Saat sampai di rumah Ibrahim, para mahasiswa mulai berkenalan dengan warga sekitar. Warga menyambut mereka dengan ramah, karena para mahasiswa ini juga sangat ramah.

Keesokan harinya, Ibrahim ikut kegiatan belajar bersama lagi. Tapi Ibrahim yang mulai akrab dengan Mas Ari dan Mas Bambang meminta ijin untuk ikut belajar komputer. Karena Ibrahim ingin tau banyak tentang komputer. Dan Mas Bambang mengijinkan, tapi dengan syarat, setelah mengikuti pelajaran seperti yang lainnya. Karena Mas Bambang takut jika nanti ada kesenjangan sosial diantara mereka.

Setelah berkonsultasi dengan orang tua, Ibrahim diperbolehkan jika pulang agak malam untuk ikut belajar komputer bersama para mahasiswa. Setelah belajar bersama selesai, dan setelah yang lain pulang, Ibrahim justru masuk ke ruangan balai Desa di temani oleh Mas Ari dan Mas Bambang. Terkadang Mas Jarot juga ikut memberikan pelajaran. Setelah beberapa hari tertarik dengan permainan Game, ada satu game yang paling berkesan bagi Ibrahim, yaitu Game Doom yang saat itu masih versi Under DOS.

Lambat laun, satu demi satu materi komputer disampaikan oleh para mahasiswa kepada Ibrahim. Dimulai dari menggambar dengan menggunakan Paint, membuat surat dengan program Word Star dan Ms Word era jadul. Bagi para mahasiswa, tidak ada kesulitan dalam menyampaikan materi kepada Ibrahim. Mereka justru senang dengan Ibrahim. Karena hanya Ibrahim satu-satunya anak-anak yang tertarik dengan teknologi desa tersebut.

Hari berganti waktu berlalu, Ibrahim mendapatkan banyak sekali materi komputer. Termasuk yang paling berharga adalah bagaimana memasang kabel-kabel pada perangkat komputer. Menghubungkan CPU dengan keyboard, CPU dengan Mouse, CPU dengan Monitor, dan CPU dengan Printer. Meskipun terlihat sangat sederhana, tapi pengalaman ini sangat berharga bagi seorang anak kelas 5 SD.

Selang beberapa minggu, ada pelajaran tambahan. Yaitu dibukanya sebuah TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) setiap hari Selasa dan Jum’at sore. Kebetulan di desa tersebut belum ada TPA. Sehingga, setelah diadakan TPA di Desa tersebut, masyarakat cukup antusias dalam mempercayakan anak-anak mereka untuk dibimbing oleh para mahasiswa UGM tersebut. Dan kebetulan, waktu itu Mbak Ida adalah salah satu Guru dan pencetus berdirinya TPA di Kampung Ibrahim tinggal.

Cukup lengkap perjalanan anak kelas 5 SD ini. Mendapatkan pelajaran umum sekolah, mendapatkan pelajaran Komputer, di tambah lagi Mendapatkan ilmu tentang cara membaca Al Qur’an. Namun sayang, beberapa saat setelah Ibrahim berhasil melewati IQra’ 6, Mbak Ida dan kawan-kawan harus pulang. Karena kegiatan Magang (KKN) yang mereka lakukan telah selesai.

Rasa sedih mulai dirasakan Ibrahim, karena selama ini, keseharian Ibrahim selalu dihabiskan bersama mereka. Dari sekesar belajar bersama, sampai sekedar bermain mengisi waktu luang.

Ternyata Ilmu yang diwariskan oleh para Mahasiswa disaat itu tidaklah sia-sia. Saat para Mahasiswa selesai dengan tugas kampus mereka, ternyata di balai desa tersebut sudah di tinggali 1 unit komputer sebagai kenang-kenangan. Selang beberapa lama setelah para mahasiswa pergi, Ibrahim dihubungi oleh petugas Balai Desa.

Ternyata sore itu ada sebuah kejadian yang sangat lucu. Ibrahim di panggil untuk datang ke balai Desa hanya untuk mengajari beberapa orang perangkat Desa bagaimana cara memasang kabel-kabel komputer. Dan beberapa orang diantaranya juga meminta kepada Ibrahim untuk mengajarkan bagaimana menggunakan komputer. Sehingga para perangkat desa sama-sama belajar komputer.

Dari kejadian tersebut, Ibrahim mempunyai hubungan yang dekat dengan orang-orang di Balai Desa. Dan kedekatan Ibrahim sebagai seorang anak kelas 5 SD kala itu membawa berkah tersendiri. Ternyata mental dan jiwa Ibrahim sudah terlatih untuk menghadapi orang-orang berpangkat.

Pengalaman ini tidak serta merta terjadi begitu saja. Tanpa keterlibatan, tanpa jasa-jasa para mahasiswa UNS yang magang saat itu, mungkin cerita ini tidak akan pernah ada di kehidupan Ibrahim. Dan sekarang, Ibrahim memunyai usaha di bidang Komputer.


☼ Joko Kristanto

Berbagi informasi dan pengalaman seputar wirausaha dan bisnis. Membantu menyalurkan pengalaman meskipun hanya seadanya. Mendirikan paguyuban pelatihan kemandirian secara gratis dibawah naungan Wirasejati Jaya Group. Kami memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mencapai tujuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Nuwun sewu ongko ingkang paling ageng - bilangan terbesar